Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menepis isu bahwa kesiapan pesawat tempur Indonesia rendah.
"Terkait dengan kesiapan pesawat itu tidak benar. Kami menjaga kesiapan pesawat itu sesuai dengan yang direncanakan," ujar Fadjar dalam acara Konferensi Pers Gladi Bersih HUT Ke-77 TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis.
Meski begitu, dia mengaku sempat mengalami kendala dalam pemenuhan suku cadang pesawat Sukhoi imbas perang Rusia dan Ukraina.
Menurut dia, kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi seluruh dunia yang terganggu rantai pasoknya (supply chain).
"Akan tetapi, kami dapat mengatasinya, dan kami ingin memperlihatkan kepada rakyat Indonesia bahwa TNI AU selalu siap mempertahankan kedaulatan udara," kata dia.Berdasarkan data dari Global Firepower pada tahun 2023 yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan militer ke-13 dari 145 negara di dunia, diketahui bahwa TNI Angkatan Udara (TNI-AU) selaku pembina pertahanan udara nasional memiliki 466 unit armada pesawat.
Pesawat-pesawat ini terdiri atas 176 unit helikopter, dan sebanyak 15 unit di antaranya merupakan helikopter tempur. Indonesia juga memiliki 127 unit pesawat latih dan 41 unit pesawat jet tempur dengan 37 unit di antaranya berspesifikasi jet serang khusus.
Selain itu, TNI AU juga mengawaki 17 unit pesawat untuk misi khusus serta satu unit berupa pesawat tanker atau pengangkut bahan bakar.
Militer Indonesia, menurut data GFP, juga diketahui memiliki 67 unit pesawat angkut bersayap tetap. Jumlah tersebut meliputi sekitar 14,4 persen dari total armada pesawat yang dimiliki Indonesia.
Adapun jumlah pesawat yang dimiliki oleh suatu negara sangat berpengaruh pada pertahanan negara tersebut.
Baca Juga: Duhh! Truk TNI Sikat Pikap di Pasuruan, Dua Orang Tewas
"Ini juga berlaku bagi Indonesia yang banyak memerlukan pesawat angkut pasukan dan logistik tempur selain pesawat untuk melakukan patroli udara," ujarnya.
Fadjar juga mengungkapkan ada rencana penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU.
"Untuk penambahan alutsista, sudah direncanakan dan beberapa sudah direalisasikan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan)," ungkap Fadjar.
Meski begitu, ada beberapa alutsista yang sudah datang ke Indonesia, seperti pesawat jet Dassault jenis Falcon 7X dan Falcon 8X asal Prancis serta Pesawat C-130J-30 Super Hercules A-1339. Tidak hanya itu, helikopter bermesin ganda H225M produksi Airbus juga akan segera tiba di Indonesia.
Menjawab pertanyaan kapan pembelian pesawat tempur Dassault Mirage 2000-5 Qatar, dia mengatakan bahwa perencanaan itu merupakan keputusan Kemhan. Kendati demikian, TNI AU akan mempersiapkan infrastrukturnya terlebih dahulu sebelum pesawat itu terealisasi.
"Perencanaan itu masih di tangan Kemhan, tetapi TNI AU akan bersiap-siap untuk seperti infrastrukturnya dan awak pesawat," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya
-
Kesaksian Korban Selamat: Lokomotif Argo Bromo Tembus Gerbong Belakang CommuterLine di Bekasi
-
Detik-detik KRL Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang: Kami Langsung Dievakuasi
-
6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
Awal Mula Tabrakan Maut KRL vs KA Jarak Jauh di Bekasi: Dipicu Mobil Mogok di Perlintasan