News / Metropolitan
Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:20 WIB
Foto ilustrasi suasana kota yang gelap gulita akibat pemadaman listrik. (Foto: Pexels/Matheus Natan)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta akan memadamkan lampu di berbagai ikon kota pada 13 Juni 2026 pukul 20.30 WIB.
  • Kegiatan ini bertujuan memperingati Hari Lingkungan Hidup guna menghemat energi serta mengurangi emisi karbon secara signifikan.
  • Aksi ini didasarkan pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 sebagai upaya mendorong kebiasaan hemat energi masyarakat.

Suara.com - Langit Jakarta akan tampak lebih gelap dari biasanya pada Sabtu (13/6/2026) malam.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menggelar Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon selama 60 menit, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026.

Pemadaman lampu dilakukan serentak di sejumlah ruas jalan protokol dan arteri ibu kota, menyasar ikon-ikon Jakarta seperti Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga kawasan Balai Kota DKI Jakarta.

Aksi ini bukan kali pertama digelar, dan angkanya bicara banyak.

Pemadaman serupa yang dilaksanakan pada Sabtu (25/4/2026) berhasil menghemat listrik sebesar 96,91 MWh, dengan efisiensi biaya mencapai Rp140.226.312 sekaligus memangkas emisi karbon hingga 77,53 ton CO2e.

Pelaksanaan aksi ini berpijak pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menegaskan bahwa partisipasi kolektif warga menjadi tulang punggung keberhasilan upaya menekan emisi karbon di ibu kota.

"Perubahan kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar. Kami mengajak seluruh masyarakat menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari demi Jakarta yang lebih sehat dan nyaman untuk generasi mendatang," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Dudi menilai, capaian dari aksi sebelumnya membuktikan bahwa tindakan sederhana seperti mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan mampu mendatangkan manfaat nyata jika dijalankan secara konsisten dan bersama-sama.

Baca Juga: Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan

Pemprov DKI Jakarta menekankan bahwa pemadaman lampu ini bukan semata-mata ritual simbolis, melainkan bagian dari gerakan lebih besar untuk menumbuhkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari warganya.

Kegelapan selama satu jam di jantung ibu kota pun menjelma menjadi pernyataan kolektif, bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal yang paling sederhana.

"Melalui aksi sederhana ini, kita bisa ikut menjaga kualitas lingkungan sekaligus menghemat energi. Jika menjadi kebiasaan bersama, dampaknya akan semakin besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," tutup Dudi.

Load More