News / Internasional
Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:21 WIB
Raja narkoba Meksiko Joaquin 'El Chapo' Guzman. (AP/via VOA Indonesia)
Baca 10 detik
  • Gembong narkoba Joaquin El Chapo mengirim dua surat dari penjara Amerika Serikat selama perhelatan Piala Dunia 2026.
  • Ia mengklaim adanya kejanggalan hukum, intimidasi juri, serta meminta kesempatan baru untuk membela diri di pengadilan.
  • El Chapo mengajukan permohonan kepada Presiden Meksiko agar dipulangkan guna menjalani proses hukum di negara asalnya.

Suara.com - Gembong narkoba Joaquín El Chapo Guzmán menjadi sorotan setelah mengirim dua surat terbaru dari penjara supermaksimum di Amerika Serikat saat berlangsungnya perhelatan Piala Dunia 2026.

Seperti diketahui, Piala Dunia 2026 berlangsung di tiga negara, Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.

Dalam surat tersebut, ia mengklaim telah berubah dan meminta kesempatan baru untuk membela dirinya.

Surat yang dikirim ke Pengadilan Distrik Timur New York itu juga menyoroti dugaan kejanggalan dalam proses hukum yang menjeratnya.

El Chapo bahkan menyebut adanya intimidasi terhadap juri dalam persidangan yang berujung pada vonis seumur hidup pada 2019.

Penyanyi Andrea Bocelli (kiri) dan EJAE (kanan) tampil dalam seremoni pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd]

“Saya ingin menunjukkan bahwa hukuman saya telah mengubah hidup saya, terutama untuk istri dan anak-anak saya yang membutuhkan saya,” tulisnya dalam salah satu surat tertanggal 4 Juni seperti dikutip dari Publi Metro.

Tak hanya itu, ia juga kembali mengajukan permintaan untuk dipulangkan ke Meksiko.

Dalam surat keduanya, El Chapo menilai penolakan atas sejumlah permohonannya sebagai bentuk pelanggaran hak.

Nama Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum turut disebut dalam permohonannya tersebut.

Baca Juga: Aura Tegang Warnai Latihan Terbuka Timnas Iran di Tijuana, Ada Apa?

El Chapo berharap ada perhatian terhadap keinginannya untuk kembali menjalani proses hukum di negara asal.

Sejak diekstradisi ke Amerika Serikat pada 2017, El Chapo mendekam di penjara ADX Florence, salah satu fasilitas dengan pengamanan paling ketat.

Sepanjang 2026, ia tercatat telah beberapa kali mengirim surat ke pengadilan untuk menggugat proses hukum dan meminta akses komunikasi lebih luas dengan keluarga.

Load More