Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga saat ini tak kunjung membocorkan siapa calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) yang akan diusung pada Pemilu 2024 mendatang.
Melalui Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, pihaknya masih ingin menjaga kondusifitas politik di tahun ini.
"Sebenarnya kalau Ibu Mega memutuskan calon presidennya sekarang, maka jadinya gendang Pilpres 2024 sudah dimulai saat ini juga," ungkap Basarah dikutip dari Suara.com, Jumat (14/4/2023).
Basarah dengan yakin menyebut bahwa capres dan cawapres yang dibuka ke publik tanpa ritme atau dilakukan tiba-tiba oleh partainya, akan terbentuk blok-blok tertentu yang justru membuat situasi politik memanas sebelum waktunya.
Bahkan kata Basarah jika PDIP membocorkan nama capres dan cawapres yang diusung dalam waktu dekat, tahapan pemilu yang saat ini merupakan sosialisasi parpol peserta Pemilu 2024 akan dijadikan eksploitasi isu suku, agama dan ras antar golongan atau SARA.
"Pemilu itu bukan menjadi sarana edukasi masyarakat soal politik dan rencana pembangunan, malah nantinya digunakan sarana eksploitasi SARA yang membuat segresi di tengah masyarakat," terang dia.
Basarah menyebut partainya tak ingin membuat kondusifitas politik di Indonesia terganggung di tengah Ramadan kali ini. Ia akan mengikuti arahan dari Ketum PDIP untuk keberlanjutan Pilpres 2024 nanti.
Untuk saat ini, sesuai jadwal dari KPU, lembaga penyelenggara Pemilu tersebut masih menjalani dan mendata Daftar Pemilih Sementara (DTS) bagi warga di seluruh Indonesia dan juga luar negeri.
Untuk persiapan parpol adalah pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden yang akan dimulai pada 19 Oktober hingga 25 November 2023 mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial