Suara Joglo - Gagalnya proses naturalisasi Justin Hubner sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) cukup mencuri perhatian publik.
Banyak yang menyayangkan atas batalnya naturalisasi Justin Hubner, mengingat proses untuk resmi menjadi WNI hanya tinggal beberapa langakah lagi.
Banyak yang mempertanyakan kenapa proses naturalisasi Justin Hubner tersebut tidak dilanjutkan, padahal secara kualitas sang pemain cukup diperhitungkan. Bahkan sempat menjadi rebutan antara Timnas Indonesia dengan Belanda.
Arya Sinulingga salah satu Anggota Exco PSSI menjelaskan jika salah satu alasan tidak dilanjutkannya proses naturalisasi Justin Hubner karena terdapat permintaan dari sang pemain yang tidak bisa dipenuhi oleh PSSI.
"Yang kita proses ada dua yang siap bergabung dengan kita. Wajar kita agak terhambat di Kemensesneg, karena ada satu yang masih kita negosiasi. Jadi kita tidak melanjutkan untuk naturalisasi terhadap Hubner, karena ada permintaan Hubner yang tidak bisa kita penuhi," kata Arya.
Di sisi lain, dengan tegas Arya menjelaskan jika pihaknya tidak ada niatan untuk menghambat atau bahkan membatalkan proses naturalisasi Justin Hubner. Arya mengklaim jika PSSI telah melakukan pendekatan sebaik mungkin.
Kendati demikian kabar mengenai batalnya proses naturalisasi Justin Hubner cukup mengusik kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Bahkan ada dari mereka yang menyebut jika suatu saat pasti ada yang menyesal atas keputusan tersebut.
"suatu saat pasti akan ada penyesalan. entah hubner jadi pemain bintang eropa, entah juga indonesia lolos pildun," ucap salah seorang netizen.
"Masalah ini harus diluruskan, mengenai permintaan pemain ybs dan alasan dari pihak PSSI sehingga tidak bisa menturutinya, biar gak ada kesalahpahaman didepan media," ucap netizen yang lain.
Baca Juga: HeHa Forest Yogyakarta, Cara Beda Menikmati Sejuknya Liburan di Kaliurang
"kalian masih percaya sama @pssi hati2 diwawancara bilangnya A. tp pada kenyataannya B," sindir netizen lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan