Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua mengusulkan agar Presiden Joko Widodo membentuk tim pembebasan pilot Susi Air yang dapat menggunakan pendekatan persuasif untuk melibatkan masyarakat dan instansi lokal.
Kepala Frits Bernard Ramandey yang merupakan Kepala Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, menyatakan bahwa tim yang dibentuk harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan semua pihak agar pembebasan dapat dilakukan lebih cepat.
"Kami berharap negara ikut untuk membentuk tim khusus dalam rangka melakukan pembebasan Pilot Susi Air. Termasuk upaya menghentikan kasus kekerasan yang ada di Papua," terang Frits, Kamis (20/4/2023).
Tim tersebut harus juga lebih representatif dan memiliki otoritas untuk melaporkan langsung kepada Presiden Jokowi.
"Penyanderaan sendiri sudah lebih dari dua bulan namun belum ada titik terang, bahkan sampai jatuh korban jiwa," kata Frits
Menurut Frits, negara harus bertanggung jawab dalam situasi seperti ini, dan mengutamakan upaya persuasif dalam menyelesaikan kasus tersebut.
KKB juga telah menyatakan kesediaannya untuk membebaskan pilot Philips melalui jalur diplomasi, dan Komnas HAM Papua meminta agar operasi pembebasan pilot dilakukan melalui negosiasi. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel
-
OJK Bekukan Izin NH Korindo, Emiten Benny Tjokro Didenda Rp2,7 Miliar
-
Iran Diminta Fokus Lawan Amerika Serikat Tanpa Ganggu Keamanan Negara-Negara Arab
-
Rusia dan China Bersatu Bantu Iran Lawan Amerika Serikat Pakai Satelit Canggih Hingga Rudal Pembunuh
-
Drone Murah Iran Shahed-136 Berhasil Bikin AS dan Israel Pusing Karena Boros Biaya Amunisi
-
Psikologi Belanja Lebaran: Beli Baju Baru Hingga Dekorasi Rumah Jadi Alasan Orang Padati Mal
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Mudik Gratis Kian Diburu Jelang Lebaran 2026, Jateng dan Jatim Jadi Tujuan Favorit
-
Ngabuburit Anti-Mainstream: Mandi Bola dan Pentingnya Penuhi Kebutuhan Bermain Bagi Anak Yatim