/
Kamis, 20 April 2023 | 18:26 WIB
Ilustrasi KKB Papua (Suara.com)

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua mengusulkan agar Presiden Joko Widodo membentuk tim pembebasan pilot Susi Air yang dapat menggunakan pendekatan persuasif untuk melibatkan masyarakat dan instansi lokal. 

Kepala Frits Bernard Ramandey yang merupakan Kepala Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, menyatakan bahwa tim yang dibentuk harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan semua pihak agar pembebasan dapat dilakukan lebih cepat. 

"Kami berharap negara ikut untuk membentuk tim khusus dalam rangka melakukan pembebasan Pilot Susi Air. Termasuk upaya menghentikan kasus kekerasan yang ada di Papua," terang Frits, Kamis (20/4/2023).

Tim tersebut harus juga lebih representatif dan memiliki otoritas untuk melaporkan langsung kepada Presiden Jokowi.

"Penyanderaan sendiri sudah lebih dari dua bulan namun belum ada titik terang, bahkan sampai jatuh korban jiwa," kata Frits

Menurut Frits, negara harus bertanggung jawab dalam situasi seperti ini, dan mengutamakan upaya persuasif dalam menyelesaikan kasus tersebut. 

KKB juga telah menyatakan kesediaannya untuk membebaskan pilot Philips melalui jalur diplomasi, dan Komnas HAM Papua meminta agar operasi pembebasan pilot dilakukan melalui negosiasi. [ANTARA]

Load More