/
Sabtu, 22 April 2023 | 11:05 WIB
Ilustrasi beragam Kue Lebaran. ((YouTube Atha Naufal))

Hari raya Idul Fitri identik dengan makanan yang dikenal dengan kue lebaran. Namun ternyata makanan tersebut bisa memicu penyakit berbahaya jika berlebihan. 

Hal itu diungkapkan oleh Pakar gizi dari Universitas Indonesia Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes. Menurutnya mengonsumsi kue-kue khas Lebaran secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama, akan menambah kadar kalori dalam tubuh yang memicu risiko sejumlah penyakit berbahaya.

Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) itu menjelaskan kue lebaran pada umumnya terbuat dari tiga bahan utama yaitu tepung terigu, gula, dan mentega.

Ketiga bahan tersebut memiliki kadar kalori tinggi yang berasal dari dua zat utama yaitu karbohidrat sederhana dan lemak.

“Kalau mengonsumsi (kalori) berlebihan maka seseorang akan mendapatkan energi berlebih, kalau energi itu berlebih dan terjadi dalam waktu yang relatif lama misalnya telah mencapai 3.500 kilokalori dalam satu minggu maka sudah pasti seseorang akan mengalami kenaikan berat badan,” kata Rita dikutip dari ANTARA pada Sabtu (22/4/2023). 

Dia menambahkan jika kadar kalori dalam tubuh mencapai 3.500 kilokalori dalam satu minggu maka tubuh akan mengalami kenaikan berat badan sebesar setengah kilogram dan akan menjadi lebih besar jika kadar kalorinya makin tinggi.

Selain berat badan yang meningkat, resiko lain yang bisa muncul adalah penyakit diabetes melitus karena meningkatnya kadar gula darah, hiperkolesterolemia atau meningkatnya kadar kolesterol dalam darah, dan peradangan pada organ pencernaan dan tenggorokan.

“Konsumsilah kue lebaran itu seperti kita melakukan proses cicip mencicip jadi tidak dimakan dalam porsi besar,” kata Rita.

Rita menjelaskan pada dasarnya kadar kalori dalam setiap kue lebaran relatif sama, yang membedakan adalah jika dalam kue tersebut terdapat kandungan pemanis tambahan, seperti selai nanas pada kue nastar.

Baca Juga: Nikmati Cuti Bersama, Jokowi Bagi-bagi THR ke Pedagang dan Buruh Panggul di Pasar Legi Solo

Load More