Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja memanggil enam partai politik pro pemerintah ke Istana Negara. Hal itu menjadi sorotan menyusul timbul pro dan kontra.
Enam parpol yang dikumpulkan dan datang ke Istana Negara antara lain Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Plt Ketum PPP Mardiono.
Namun satu Partai yang tak hadir datang adalan NasDem.
Perkumpulan tersebut menjadi sorotan bagi Partai Demokrat, Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief menyebutkan bahwa hal itu tak etis terlihat di masyarakat.
Jika memang berniat hanya berkumpul dilakukan di luar Istana Negara, menyusul lokasi tersebut adalah lambang negara tempat pimpinan tertinggi dan bawahannya.
"Kalau Istana itu kan tempat presiden dan bawahannya. Sementara Ketua Umum Partai kan bukan bawahan. Jadi enggak etis mempertontonkan itu ke orang banyak apalagi masyarakat," ujar dia dikutip dari Suara.com, Rabu (3/5/2023).
Sejauh ini memang tidak ada peraturan tertulis yang melarang presiden untuk mengundang hingga mengumpulkan siapa saja di Istana Negara. Namun memanggil para Ketum Parpol, kurang etis hanya untuk tempat berkumpul.
"Kalau mau nongkrong, kumpul ya bisa di rumah. Di tempat yang tak mengandung unsur negara. Mau di kafe, rumah ketua partai lain, kan banyak," terang dia.
Ia justru mendukung jika parpol-parpol tersebut berkumpul seperti yang dilakukan di Kantor DPP PAN. Di mana Jokowi juga bertemu para ketum parpol di lokasi yang tak terikat dengan fasilitas negara itu.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Menyemir Rambut dalam Islam? Ini Penjelasan Buya Yahya
Andi tak mau ambil pusing terkati tujuan berkumpulnya enam parpol tersebut bersama Presiden Jokowi. Tapi dia menyayangkan seharusnya tempat seperti Istana tak dijadikan tempat berkumpul.
"Itu kan hak mereka jika memang ingin berkonsolidasi antar partai. Tapi tempatnya itu yang disoroti," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Tren Hojicha Masuk Indonesia, CHAGEE Sajikan Menu Baru Hingga Merchandise Spesial
-
Apa Itu Nonchalant? Mengenal Arti Istilah Viral di TikTok Lengkap dengan Contoh Kalimat
-
Murah nan Awet: Harga Mobil Rush Bekas Dibawah 100 Juta Dapat Tahun Berapa Saja?
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
Vivo Y05: HP Rp1 Jutaan, Tahan Banting dan Baterai Tahan hingga 3 Hari
-
Di Tengah Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia di Belanda, Hanya Maarten Paes yang Selamat
-
KPK Hadirkan Eks Menhub Budi Karya Sumadi di Kasus DJKA Medan
-
Polisi Tangkap Pembeli Barang Korban Mutilasi di Facebook
-
Blok M Square Dibersihkan, Enam Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan