/
Selasa, 23 Mei 2023 | 07:52 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka bertemu Prabowo. (Twitter/@Paltiwest)

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi magnet oleh para elit politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres). 

Gibran dan Jokowi seakan menjadi penentu pasangan calon di Pilpres 2024 mendatang.

Terbaru, pertemuan Gibran dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi sorotan publik dan berakibat kader muda yang sukses menjadi wali kota itu harus dipanggil petinggi PDI Perjuangan

Publik pun meminta Gibran untuk keluar dari partai berlambang banteng tersebut dan bergabung dengan PKS

"Masuk PKS saja, biar jadi orang baik," tulis netizen Twitter dengan akun @boediots dikutip pada Selasa (23/5/2023). 

Melihat cuitan itu, Gibran pun merespon dengan memberikan tanda emoji wajah dengan air mata bahagia, dan tangan mencubit. 

Diketahui, sebelumnya DPP PDI Perjuangan hanya memberikan nasihat kepada putra pertama Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, terkait pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Senin, mengatakan dirinya bersama kader senior partainya telah menyampaikan berbagai nasihat kepada Gibran selaku kader.

"Sudah diberikan nasihat-nasihat. Kami ini kan partai gotong royong, partai musyawarah, di situ berbeda. Tadi, Pak Komar (Komarudin Watubun), memberikan penjelasan, kalau sudah senior partai, kemudian tidak memahami perintah ibu ketua umum, kebijakan partai itu lain persoalan," kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Senin.

Baca Juga: Pengurangan 10 Poin Diumumkan Jelang Kick-off, Pelatih Juventus Cium Bau Konspirasi

Menurut dia, DPP PDI Perjuangan hanya memberikan beberapa nasihat kepada Gibran terkait pertemuannya dengan Prabowo di Angkringan Omah Semar, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Jumat malam (19/5).

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula relawan Joko Widodo yang juga mendeklarasikan dukungan mereka untuk Prabowo pada Pilpres 2024.

Hasto menilai kapasitas Gibran sebagai Wali Kota Surakarta tidak dapat dilupakan dalam menerima tamu pemerintah di wilayah kepemimpinannya.

"Ini kan kemudian kapasitas Mas Gibran sebagai wali kota; dan tidak bisa dilupakan beliau juga anak dari Presiden Jokowi, sehingga banyak yang kemudian mencoba untuk menggunakan posisi itu sebagai cara dalam memanfaatkan berbagai kepentingan politiknya," jelasnya.

Oleh karena itu, DPP PDI Perjuangan mengingatkan agar Gibran hati-hati terhadap upaya manuver politik atau dansa politik yang menyesatkan.

"Kalau di Solo ini, yang ada gamelan, bukan dansa; yang ada tari-tarian, tari gambyong, tidak ada dansa-dansa di Solo. Tapi, yang datang ke Solo itu kan ada yang membawa dansa-dansa itu. Kalau Solo itu kan ada selo-nya, ada dinamiknya; tapi keharmonian Solo itu mewayu hayuning bawono (memperindah keindahan dunia)," tutur Hasto.

Load More