- Rupiah menguat di Selasa pagi (10/2/2026) mencapai Rp16.786 per dolar AS, naik 0,04 persen dari penutupan sebelumnya.
- Penguatan rupiah dipicu sentimen global berupa saran pemerintah Tiongkok agar lembaga keuangan mengurangi obligasi Amerika Serikat.
- Penguatan rupiah diperkirakan terbatas, investor menanti data penjualan ritel domestik Indonesia periode Desember yang akan dirilis.
Suara.com - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan Selasa pagi (10/2/2026) mata uang garuda terus bangkit perlahan.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp16.786 per dolar AS. Mata uang lokal pun menguat 0,04 persen dibandingkan penutupan Senin (6/2) ada di level Rp16.805.
Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.826. Penguatan ini terjadi dikarenakan sentimen global.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah kembali menguat terhadap dolar AS yang melemah disebabkan laporan bahwa pemerintah China.
"Laporan pemerintah China menyarankan lembaga keuangan untuk mengurangi kepemilikan obligasi AS," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun, penguatan mungkin akan terbatas. Sebab, investor menantikan data penting domesik yaitu penjualan ritel Indonesia untuk bulan Desember.
"Perkiraan rupiah 16.750-16.900," imbuhnya.
Sementara itu, mata uang di Asia bervariasi. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,25 persen. Disusul, dolar Taiwan yang naik 0,15 persen.
Selanjutnya, ada yuan China terkerek 0,13 persen dan baht Thailand menanjak 0,11 persen. Lalu ada yen Jepang yang terangkat 0,09 persen.
Baca Juga: Emas Global ke Level USD 5.100, Dipicu Pelemahan Dolar dan Isu Larangan China
Sedangkan, dolar Singapura dan won Korea Selatan yang sama-sama menguat 0,02 persen di pagi ini. Lalu, dolar Hongkong menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,02 persen.
Kemudian ada peso Filipina yang melemah tipis 0,01 persen terhadap the greenback.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik
-
Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!
-
Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara
-
Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T
-
Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia
-
Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri
-
Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara
-
THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan
-
Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian
-
Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?