PDI Perjuangan turut mencermati perihal proposal perdamaian yang dikemukakan Menhan Prabowo Subianto yang kemudian ditolak Ukraina.
Dalam konferensi pers di sela Rakernas ke-3 PDI Perjuangan, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta agar kebijakan politik luar negeri Indonesia harus senapas dengan Presiden Jokowi.
Ia mengingatkan soal hakikat politik luar negeri yang bebas aktif yang tak boleh dilupakan oleh pemimpin di republik ini.
"Tidak boleh ada pemimpin di republik ini yang membuat kebijakan luar negeri dan pertahanan termasuk proposal perdamaian dengan melupakan hakikat politik luar negeri bebas aktif, kepemimpinan Indonesia di Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok dan juga menghormati dari seluruh resolusi melalui PBB," tegasnya, Rabu (7/6/2023).
Ia kemudian membandingkan dengan capres yang disokong PDI Perjuangan Ganjar Pranowo yang senapas dengan sikap presiden Jokowi dan bangsa. Konteksnya ketika Ganjar bersikap mendukung solidaritas terhadap Palestina dengan menolak Israel di gelaran Piala Dunia U-20 lalu.
"Kader kami sudah digodog di badan pendidikan dan latihan partai, sehingga sejak awal geo politik ini sudah ditanamkan oleh ibu Mega, Bung Karno dan senior partai sehingga tidak ada persoalan dan kalau Pak Ganjar bersikap tidak akan ada kekeliruan penolakan proposal itu ngga ada nanti," ungkapnya.
"Bayangkan tahun 55 saja kita sudah mengundang 29 negara dalam KAA yang belum merdeka di dalam comunity politik hanya Palestina, maka Pak Ganjar berani masuk kriteria pak Jokowi (bernyali dan berani) yang lain kan mikir elektoral dulu, dia berani menyatakan sikapnya mendukung Palestina sesuai spirit Dasasila Bandung yang kata konselir Jerman masih relevan hingga sekarang," lanjutnya.
Menurut Hasto, dengan sikap yang ditunjukkan itu, Ganjar Pranowo bisa memberikan roh di dalam politik luar negeri bebas aktif yang berakar dari sumbernya.
Baca Juga: AHY Dilirik PDI Perjuangan Dampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Demokrat: Posisi Kami Beda
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Gaji Naik, Korupsi Turun? Sebuah Asumsi yang Perlu Diuji
-
Duel Chelsea vs AC Milan di Stadion GBK Bakal Dipenuhi Pemain Bintang
-
Empat Penyidik Polisi Diperiksa dalam Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
Taiwan Buka Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin untuk Lulusan SMA Indonesia, Dapat Uang Saku Bulanan!
-
4 Tips Kamar Tidur Menurut Fengshui Agar Cepat Menikah
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia
-
Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro