/
Minggu, 16 Juli 2023 | 14:54 WIB
Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo. (Instagram/@prabowo)

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memaparkan alasan dia bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Prabowo mengungkapkan bahwa kesamaan hati mereka terletak pada cinta mereka terhadap NKRI.

Prabowo menjelaskan alasan bergabungnya dengan Jokowi meskipun sebelumnya mereka adalah rival dan saling bersaing dalam dua pemilihan presiden sebelumnya. Prabowo merasa bahwa hati Jokowi senada dengan dirinya karena Jokowi juga mencintai merah putih. 

"Beliau ini adalah sosok patriot yang memiliki semangat yang sama dengan saya. Maka dari itu saya yakin untuk berjuang bersama," sebut Prabowo, Minggu (16/7/2023).

Sebagai informasi, Prabowo dan Jokowi bersaing dalam Pilpres 2014 dan 2019. Pada Pilpres 2014, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa kalah dari pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Begitu juga pada Pilpres 2019, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno kalah dari Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun, setelah Pilpres 2019, Prabowo memutuskan untuk bergabung dengan pemerintahan Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.

Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada para kader atas dukungan mereka dalam persiapan untuk pemilihan presiden di masa depan. Dia menegaskan bahwa, baik terpilih menjadi presiden atau tidak, dia akan tetap membela bangsa dan rakyat Indonesia.

"Dengan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para kader yang telah mendukung saya, dan meskipun ada yang berteriak 'Prabowo Presiden', tetapi apakah saya menjadi presiden atau tidak, saya akan tetap membela bangsa dan rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Seperti diketahui, usai gagal di dua kali pilpres sebelumnya, Prabowo tampak tak menyerah untuk menjajal di Pilpres 2024 mendatang. Gerindra juga sudah menyatakan bahwa mereka bakal habis-habisan untuk memenangkan Prabowo di kesempatan yang ketiga kalinya.

Di sisi lain, pengamat politik juga tak menampik bahwa loyalis Prabowo justru makin kuat mengingat 2 kali pertarungan sebelumnya kalah. Jawa Barat, dianggap dukungan suara Prabowo terbanyak untuk modal di Pilpres 2024 nanti. [ANTARA]

Baca Juga: Dianggap Pakai Karakter Jokowi saat Memimpin, Ganjar Pranowo Lebih Disukai Kelompok Milenial

Load More