Menkopolukam, Mahfud MD menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam memajukan lembaga pendidikan Al Zaytun guna memenuhi hak konstitusional siswa dan santri dalam memilih dan menerima pendidikan.
Menurut Mahfud, pemerintah bertekad untuk tidak menutup lembaga pendidikan manapun.
"Kami akan terus mengembangkan dan memberdayakan lembaga ini sesuai dengan hak konstitusional, memberikan kebebasan kepada siswa, wali murid, santri, dan wali santri untuk memilih lembaga pendidikan mereka, tetapi dengan pengawasan dan pengendalian terhadap materi yang diajarkan. Itulah intinya," ungkap Mahfud dikutip, Selasa (18/7/2023).
Pemerintah melihat Al Zaytun sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan prestasi luar biasa, dengan siswa dan santri yang berbakat. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk menyelamatkan Al Zaytun sebagai lembaga pendidikan.
"Tetapi, bagaimana kita dapat menyelamatkannya, kita harus menunggu perkembangan hukum terkait dengan Panji Gumilang, pimpinan Al Zaytun," tambahnya.
Sementara itu, terkait dengan Panji Gumilang, Mahfud menjelaskan bahwa saat ini ia sedang menjalani proses hukum terkait laporan masyarakat mengenai dugaan penodaan agama yang melanggar UU Nomor 1/PNPS/Tahun 1965 tentang pencegahan, penyalahgunaan, dan/atau penodaan agama.
Pemerintah juga melaporkan dugaan pencucian uang yang terkait dengan kekayaan Yayasan Al Zaytun. Menurut Mahfud, sebanyak 145 rekening pribadi dari total 256 rekening telah diblokir, termasuk beberapa rekening yayasan lainnya.
"Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban," tegasnya.
Dia menegaskan bahwa semua proses hukum tidak boleh dipercepat. Yang paling penting, menurutnya, adalah adanya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP), dan SPDP tersebut sudah menyebutkan inisial terkait kasus ini.
"Saya kira masyarakat sudah paham siapa yang dimaksud. Namun, tindakan hukum yang lebih konkret seperti pemanggilan, penahanan, dan persidangan, perlu dilakukan dengan hati-hati," jelasnya.
Sementara itu, dalam hal keamanan, Mahfud menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Barat bersama aparat keamanan telah menanganinya. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor