Borneo FC resmi mengenalkan pemain barunya asal Argentina, Felipe Cadenazzi. Dia didapuk menggantikan posisi Matheus Pato.
Pengumuman Felipe Cadenazzi sebagai pemain baru Pesut Etam tersebut disampaikan laman resmi klub, Rabu (26/7/2023).
Felipe sudah terlihat latihan bersama dengan Borneo FC. Dia mengaku senang bisa bergabung dengan tim.
"Senang bisa langsung berlatih dengan tim, saya bisa tau pemain dan pelatih disini. Saya merasa atmosfer bagus di tim ini, disini saya bakal bantu tim dan bekerja keras untuk Borneo FC," ujarnya dikutip dari laman resmi klub.
Felipe Cadenazzi lahir di Arroyo Aguiar, pada 12 Oktober 1991. Sebelum bergabung dengan Borneo FC, pemain dengan tinggi 191 cm tersebut bermain untuk klub Chile, Magallanes CF.
Karier bersama klub Argentina, Atletico de Rafaela. Dia kemudian bergabung dengan Central Cordoba pada 2011.
Setahun berikutnya, Felipe hijrah ke klub Corinthians Santa fe. Pada 2014, dia memutuskan untuk pindah ke klub Liga Brasil, Flamengo.
Bersama klub tersebut, dia baru bermain di ajang Brazilian Paulista Serie A3 alias kompetisi kasta ketiga. Sebelum akhirnya kembali ke Corinthians Santa Fe pada 2015.
Setelah itu, Felipe berpindah-pindah klub, mulai dari Atlético Paraná (2015-2017), Quilmes AC (2017-2018), CA Mitre (2018-2019), hingga CA Alvaro (2020-2021).
Pada tahun 2022, penyerang berusia 31 tahun ini memutuskan karier pertamanya di Asia saat bergabung dengan klub kasta kedua Liga Korea Selatan, Seoul E-Land. Sebelum merapat ke Liga Chile bersama Magallanes CF (2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Sinopsis Film Fuze, Sajikan Thriller Aksi dengan Plot Bom dan Perampokan Rumit
-
5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi
-
Tren Audio Open-Ear Makin Populer, HAKII Resmi Hadir di Indonesia lewat Blibli
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
-
Kronologi Lengkap Polemik LCC Kalbar yang Viral, dari Protes Josepha hingga Tawaran Beasiswa
-
MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Minta Maaf Usai Videonya Viral
-
Nalar yang Hilang di Kamar Kos, Menguak Tabir Tragedi 11 Bayi di Sleman
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa