Pasca ditinggalnya Aji Santoso, Uston Nawawi yang saat ini sebagai pelatih Persebaya Surabaya, telah mengenalkan beberapa perubahan dalam timnya.
Salah satu perubahan signifikan adalah memberikan kesempatan kepada Andre Oktaviansyah untuk mengisi posisi lini tengah Bajol Ijo dalam tiga pertandingan terakhir di BRI Liga 1 musim 2023-2024.
Andre Oktaviansyah sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan waktu bermain di bawah kendali Aji Santoso. Musim lalu, partisipasinya dalam 13 pertandingan saja.
Namun, di bawah kepemimpinan Uston Nawawi, pemain yang dikenal sebagai "Korba" ini telah secara konsisten menjadi starting XI Persebaya dalam tiga pertandingan terakhir.
Sejauh ini, Andre telah memberikan satu assist dalam total empat penampilannya di musim ini. Sebagai gelandang bertahan, kontribusinya dalam menghalangi serangan lawan telah membantu Persebaya meraih tiga kemenangan beruntun.
Ketiga kemenangan tersebut meliputi skor 2-1 saat menghadapi Bhayangkara FC, serta dua pertandingan lainnya yang berakhir dengan skor identik 1-0 ketika menghadapi Persita Tangerang dan PSM Makassar.
Peran penting Andre dalam mempertahankan clean sheet dalam dua pertandingan terakhir tersebut patut diperhatikan.
Pada era Aji Santoso, Alwi Slamat lebih sering menjadi pilihan utama di lini tengah. Namun, perubahan signifikan terjadi pada musim 2023-2024, dengan Ripal Wahyudi yang selalu menjadi pilihan inti di lini tengah, berduet dengan Ze Valente.
Ripal dan Andre memiliki karakteristik berbeda sebagai gelandang bertahan. Ripal memiliki keterampilan merebut bola yang sangat baik, sementara Andre dikenal memiliki kemampuan dalam memberikan umpan jauh yang akurat.
Baca Juga: 6 Manfaat Konsumsi Tahu Bagi Kesehatan: Menu Simpel, Sehat dan Penuh Gizi
Pelatih interim Persebaya, Uston Nawawi, memberikan apresiasi khusus terhadap Andre Oktaviansyah. Ia menganggap bahwa peran Andre dalam membangun serangan dan bertahan di lini tengah sangat berharga.
Kehadiran Andre di lini tengah Persebaya telah membawa dampak positif. Sejak Andre bermain secara rutin, Persebaya tidak lagi kehilangan poin dan berhasil mempertahankan tren kemenangan.
Andre, yang sebelumnya bermain untuk Persikabo 1973, merasa bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemain inti dan mendapatkan waktu bermain yang lebih banyak. Ia menegaskan bahwa ia tidak akan menyia-nyiakan peluang emas ini.
Sebelumnya, Andre Oktaviansyah telah memiliki pencapaian yang mengesankan di kompetisi kelompok umur. Bersama dengan Brylian Aldama dan Ernando Ari, yang juga bermain untuk Persebaya, Andre membawa Timnas Indonesia meraih gelar juara Piala AFF U-16 pada tahun 2018.
Sayangnya, cedera lutut menghalangi kemajuannya, dan Andre harus menjalani operasi. Pada awal tahun 2020, ia dikirim ke Inggris untuk menjalani pemulihan setelah cedera.
Andre bergabung dengan Persebaya sejak musim lalu. Pada usia 20 tahun, Andre telah memiliki total 42 penampilan di Liga 1 sejak 2021, dengan bermain untuk dua klub yang berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Cari Smartband Murah dengan AOD? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2026
-
Unik! ASN Tasikmalaya Naik Kuda ke Kantor untuk Hemat BBM
-
Ahmad Aswandi Desak Pemkot Segera Sosialisasi PSEL di Kayumanis Lebih Luas: Warga Butuh Kejelasan
-
Semua Klaim Ahmad Dhani Disanggah Dokumen Putusan MA, Termasuk Maia Estianty Selingkuh
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bung Ferry: Mauricio Souza Kecewa Berat
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini