Calon Presiden yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo dikenal sebagai seorang tokoh politik yang memiliki perhatian terhadap industri kreatif.
Karena itu, dalam acara IdeaFest 2023 di The Ballroom Djakarta Theater, Ganjar pun menyinggung terkait persoalan royalti seorang pencipta lagu asal Boyolali, Jawa Tengah, yakni Agus Purwanto, yang lebih dikenal dengan sebutan Abah Lala.
“Saya dateng ke Abah Lala. Besok pagi saya ketemu dia di Klaten, bahwa lagunya ‘Ojo Dibanding-Bandingke’ itu lama tidak pernah populer. Begitu Farel menyayikan, Istana nyanyi, hotel nyanyi, seluruh restoran nyanyi, karaoke nyanyi, saya tanya ‘Bah sampean dapet berapa royaltinya?’,” ujar Ganjar Pranowo.
Namun, pertanyyaan Ganjar itu dijawab dengan lugas bahwa musisi 36 tahun itu tidak memikirkan persoalan royalty.
“’Saya ndak mikir itu, saya aja terharu melihat semua orang, sekarang, perhatian sama saya. Siapa pencipta lagu itu?’,” tutur Ganjar menirukan jawaban Abah Lala.
Ganjar Pranowo memberikan perhatian terhadap persoalan royalty tersebut. Menurutnya, dengan terpenuhinya hak seorang komposer lagu, maka tak menutup kemungkinan seorang pencipta lagu akan semakin produktif.
“Ini contoh aja satu kasus, terbayangkan nggak, ketika lagu ojo dibadingke itu kemudian setiap pertunjukan dan dinyanyikan, dia, membayar royalty, maka seorang Abah Lala terus akan menciptakan. Termasuk Cendol Dawet dengan rape-nya itu ternyata dia yang menciptakan,” ujar Ganjar.
Abah Lala sendiri merupakan seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, pada 24 Oktober 1986. Abah Lala sudah aktif bermusik sejak tahun 2009. Bukan hanya berkecimpung di dunia musik, Abah Lala juga aktif sebagai seorang seniman gedruk, Magelang.
Pemilik nama asli Agus Purwanto itu sempat menjadi ketua grup musik SALEHO dan memperkenalkan tarian tradisional Indonesia hingga ke luar negeri. Kini, Abah Lala aktif dalam Orkes Melayu MG 86 yang beranggotakan mantan TKI dan petani ladang.
Baca Juga: PanaHome Deltamas Indonesia Gelar Talk Show Terkait Investasi dan Industri Properti
Namanya semakin melambung saat lagunya ‘Ojo Dibanding-Bandingke’ dinyanyikan oleh Farel Prayoga, penyanyi cilik asal Banyuwangi yang sempat mengguncangkan Istana Negara pada HUT RI yang ke-77.
Berita Terkait
-
Kemiskinan di Jateng Kerap Jadi Bahan Serangan ke Ganjar, Elite PDIP Sebut Tak Akan Pengaruhi Elektabilitas
-
Sah! Mendagri Lantik 9 Pj Gubernur, Gantikan Ganjar Pranowo hingga Ridwan Kamil
-
KNPI Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo: Jangan Pilih Capres Yang Hobi Berkhianat
-
Arsjad Rasjid Ditunjuk Sebagai Ketua dan Wakil Ketua TPN Ganjar Pranowo
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati