Suara.com - Pusat Polling Indonesia (Puspoll) merilis hasil survei prediksi hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang. Salah satu hasilnya menunjukan akan ada pendatang baru partai yang menempati kursi DPR RI, yakni partai Perindo.
Peneliti Puspoll Indonesia, Luqmanul Hakim, mengatakan elektabilitas Perindo mencapai 4,6 persen. Angka ini artinya sudah lolos batas aman ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen.
Luqmanul mengakui, memang belakangan ini elektabilitas partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu terus mengalami peningkatan. Jika tren ini dijaga, Luqmanul memprediksi Perindo akan melenggang ke Parlemen Senayan pada Pemilu 2024 mendatang.
"Jika trend ini bisa dirawat dengan baik oleh Partai Perindo, bukan tidak mungkin Partai Perindo akan menggeser partai papan tengah dan lolos ke Senayan," ujar Luqmanul kepada wartawan, Kamis (23/3/2023).
Luqman menyebut partai yang diketuai Hary Tanoesoedibjo itu merupakan partai politik nonparlemen dengan elektabilitas tertinggi. Elektabilitas Perindo unggul jauh dari parpol nonparlemen lainnya yang disurvei, yaitu Hanura 0,7 persen, PSI 0,3 persen, Garuda 0.3 persen, Partai Buruh 0,2 persen, PKN 0,2 persen, PBB 0,1 persen, Gelora 0,1 persen, dan Partai Ummat 0,1 persen.
Sementara, partai penghuni parlemen saat ini yang memiliki elektabilitas tertinggi adalah PDI-P dengan angka 23,8 persen. Kemudian, disusul oleh Partai Gerindra dengan elektabilitas 12,3 persen, dan Partai Golkar 11,8 persen.
Selanjutnya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan elektabilitas 7,6 persen, diikuti oleh Partai Demokrat dengan 6,8 perse , Partai NasDem dengan 5,8 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,2 persen.
Sementara, ada dua parpol parlemen yang elektabilitasnya di bawah parliamentary threshold, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 2,1 persen, dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 2,0 persen.
Kendati demikian, masih ada 16 persen responden dalam survei ini yang menjawab tidak tahu/rahasia saat ditanya soal partai politik pilihannya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Dedi Mulyadi Resmi Melamar Desy Ratnasari, Benarkah?
Jajak pendapat ini berlangsung pada 10 - 19 Februari 2023, dengan sampel sebanyak 1.220 responden, yang tersebar di 34 Provinsi seluruh Indonesia.
Survei berlangsung melalui metode wawancara tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview), dengan margin of error ± (2,9%) pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sedangkan usia minimum responden adalah 17 tahun ke atas atau sudah memenuhi syarat pemilih.
Berita Terkait
-
Mendagri Diminta Terjun Usut Harta Sekda Riau SF Hariyanto, Miris Pamer Gaya Hedon Mestinya Punya Rasa Empati
-
Belum Umumkan Capres - Cawapres, PPP Bantah KIB Temui Jalan Buntu: Justru Banyak Tokoh Merapat ke Kami
-
Parpol Bagi-bagi Tiket Konser BLACKPINK sampai Undang Astro Jelang Pemilu, Media Korea Selatan Bahas Cara Kampanye di Indonesia
-
CEK FAKTA: Dedi Mulyadi Resmi Melamar Desy Ratnasari, Benarkah?
-
Daftar Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia yang Dipanggil untuk FIFA Matchday Maret
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024