Suara.com - Mantan Ketua Partai Hanura Wiranto akhirnya batal bergabung menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN). Informasi tersebut disampaikam melalui kuasa hukumnya, Adi Warman.
Sebelumnya, Wiranto memang berencana masuk PAN. Namun, rencana ini ditunda hingga kekinian dipastikan batal.
"Bapak jadi tidak bergabung ke PAN," kata Adi kepada wartawan, Rabu (10/5/2023).
Menyusul pembatalannya masuk PAN, Adi memastikan Wiranto tidak mendekati partai politik manapun.
"Saya tegaskan bapak tidak mendekati partai politik apa pun," kata Adi.
Penegasan tersebut dikaitkan dengan kegiatan Wiranto belakangan yang berkunjung ke sejumlah pimpinan parpol. Adi mengatakan, sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Wiranto bukan dalam rangka mendekati partai tertenu.
"Kegiatan beliau sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden menyambangi Pak Prabowo sebagai kunjungan balasan yang tentunya menyerap aspirasi partai politik menjelang Pemilu dan sekaligus memperkenalkan atau mengantarkan beberapa kader potensial eks Partai Hanura ke Gerinda begitu pun saat menghadiri halalbihalal DPP PPP baru-baru ini," katanya.
Tunda Gabung PAN
Sebelumnya, Wiranto menunda untuk bergabung menjadi kader PAN. Saat itu, Adi tidak menyampaikan alasan Wiranto menunda gabung ke partai berlambang matahari tersebut.
Baca Juga: Doa OSO untuk Wiranto: Mudah-mudahan PAN Menerima Dia
"Terkait dengan ramainya pembicaraan di area publik tentang bergabungnya bapak ke PAN dengan ini saya menyampaikan bahwa, rencana bergabungnya bapak ke PAN ditunda karena sesuatu dan lain hal sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Adi dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (20/3/2023).
Adi meluruskan juga terkait informasi di Wikipedia.org yang menyebut Wiranto telah gabung PAN.
"Dan saya ingatkan dan tegaskan juga informasi yang ditulis di Wikipedia.org tentang bapak sejak tahun 2023 ada di PAN adalah tidak benar, belum terkonfirmasi resmi pihak kami," kata Adi.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Ondang atau OSO merespons Wiranto yang 'menitipkan' mantan kader Partai Hanura ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Gerindra untuk didaftarkan menjadi calon legislatif (caleg)
Awalnya, OSO menegaskan Partai Hanura telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta Pemilu 2024.
Untuk itu, Partai Hanura memiliki hak untuk memilih nama-nama dari kadernya yang akan didaftarkan menjadi balal calon legislatif
"Kalau ada orang yang dipecat Hanura, kasian mau dijual-jual ke mana juga enggak laku. Kalau laku pun, bodoh juga yang nerima dia," kata OSO di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (10/5/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi