Suara.com - Peneliti Perludem Fadhil Ramadhanil menyoroti Badan Pengawas Pemilu (Pemilu) yang mendapatkan akses informasi terbatas pada Sistem Informasi Pencalonan (Silon).
Sebabnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdalih informasi terbatas untuk Bawaslu bertujuan untuk melindungi data pribadi para bakal calon anggota legislatif (bacaleg)
“Itu membuktikan mereka (KPU) enggak ngerti soal perlindungan data pribadi itu apa,” kata Fadhil kepada wartawan, Selasa (13/6/2023).
Dia menjelaskan bahwa data pribadi yang tidak boleh dipublikasi berupa nomor induk kependudukan (NIK), alamat rumah, daftar riwayat kesehatan, dan sebagainya.
“Kalau kemudian nama, usia, riwayat kerja, pendidikan, profil prestasi, dan catatan-catatan yang melekat pada seorang caleg itu harus dibuka kepada publik,” ujar dia.
Lebih lanjut, sebagai calon pejabat, rekam jejak bacaleg sudah sepatutnya dibuka dan diketahui publik. Untuk itu, Fadhil menilai KPU tidak memahami pengertian data pribadi yang bersifat rahasia.
“Jadi, banyak tidak mengertinyalah, saya enggak tahu juga itu tidak mengerti, atau memang pura-pura tidak mengerti sehingga begitu berani mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang sebetulnya tidak sesuai ketentuan hukum,” tutur Fadhil.
Sebelumnya, Bawaslu mengaku mendapatkan akses yang terbatas untuk mendapat informasi dari Silon. Bawaslu merasa hanya mendapat akses informasi seperti halnya partai politik peserta pemilu.
Anggota Bawaslu Totok Hariyoni menyebut akses Bawaslu terhadap Silon ini penting guna meminimalisir terjadinya sengketa. Terlebih, lanjut dia, Bawaslu perlu menjalankan fungsi pencegahan pelanggaran pemilu.
"Akses Silon yang diberikan kepaa Bawaslu agar bisa mengamati bersama-sama syarat-syarat pendaftaran dan kita bisa mengantisipasi jika ada kekurangan. Juga, jika ada berkas-berkas yang perlu diberikan syaran perbaikan," ucap Totok pada Kamis (4/5/2023).
Menanggapi itu, Ketua KPU Hasyim Asyari menjelaskan bahwa akses data yang dibatasi untuk Bawaslu berupa data pribadi bacaleg yang dianggap bersifat rahasia.
“Tidak semua berkas bisa dilihat oleh Bawaslu karena ada informasi yang dikecualikan. Misalnya dokumen CV, ijazah, dan rekam medis caleg. Itu sifatnya pribadi caleg,” kata Hasyim pada Kamis (8/6/2023).
Berita Terkait
-
6 Kelemahan Personal Branding, Setiap Orang Wajib Memahaminya
-
CEK FAKTA: Prabowo Pilih Mundur Jadi Capres Gegara Kalah Telak dari Ganjar, Benarkah?
-
Tukang Seblak Asal Cimahi Nekat Nyaleg di Pemilu 2024: Modal Nekat dengan Uang Seadanya
-
Perludem: KPU Selenggarakan Pemilu dengan Seenaknya Seolah Mengikuti Maunya Partai
-
Hasto Sebut Belum Ada Pembicaraan Kerja Sama Politik dengan Partai Demokrat untuk Pemilu 2024
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Heboh Jadi Sayembara, Pakar Sebut Besarnya Hadiah Tak Mengubah Standar Hukum Ijazah Gibran
-
Viva Perfect Matte vs Perfect Shine Lip Color, Mana yang Tahan Lama?
-
Desain Estetik tapi Bikin Gerah, Pramono Janji Benahi Halte Rasuna Said
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
-
Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki
-
Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas