Saat itu, Gus Dur terpilih menjadi presiden di tahun yang sama, Khofifah didaulat menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan pada kabinet Persatuan Indonesia.
Nasib Khofifah di kabinet tak lama seiring jatuhnya Presiden Abdurrahman Wahid pada 2001. Setelah itu, presiden berganti menjadi Megawati Soekarnoputri dan nama Khofifah tak dimasukkan dalam kabinet.
Setelah tak lagi jadi menteri, Khofifah aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satunya di Muslimat, organisasi sayap perempuan NU, dimana ia memimpin organisasi itu dari 2000-2005.
Khofifah kembali menjajal politik pada 2013, ketika mencalonkan diri dalam Pilgub Jawa Timur, namun akhirnya ia kalah.
Pada Pilpres 2024, Khofifah diminta menjadi salah satu juru bicara politik pasangan Jokowi-JK. Ia lalu menuai hasilnya ketika Jokowi menang.
Khofifah ditunjuk menjadi Menteri Sosial pada kabinet Kerja 2014-2019, namun mengundurkan diri pada 2018 karena ingin kembali bertarung di Pilgub Jawa Timur dan menang.
Penghargaan yang diterima Khofifah
Sejumlah penghargaan dan prestasi pernah ditorehkan Khofifah, di antaranya menerima penghargaan dari Pemprov Jatim sebagai Pembina Ormas terbaik, ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum Muslimat NU.
Khofifah juga menyabet penghargaan Khusus Bakti Sepanjang Masa atau Long Life Achievment untuk Muslimat NU.
Baca Juga: KPU Pastikan Gugatan Batas Usia Minimum Capres Cawapres Tak Ganggu Tahapan Pemilu 2024
Khofifah juga pernah mencetak rekor Museum rekor Dunia Indonesia (MURI) ketika menyelenggarakan Nuzulul Quran 1441 H secara daring pertama di dunia dan Khotmil Quran secara daring terbanyak di Indonesia.
Elektabilitas Khofifah
Pada Maret 2023 lalu, setelah Khofifah dilirik tim Anies Baswedan, lembaga survey Indikator Politik Indonesiia menyatakan, nama Gubernur Jatim itu masuk dalam lima besar calon wakil presiden dengan elektabilitas terbesar.
Meski begitu, dalam survey tersebut, nama Khofifah masuk dalam posisi buncit dengan elektabilitas 6,1 persen.
Khofifah tertinggal jauh dengan Erick Thohir dengan elektabilitas 12,9 persen, AHY 13,4 persen, Sandiaga Uno 14,2 persen dan pada poisi pertama Ridwan kamil dengan elektabilitas 20,3 persen.
"Dukungan terhadap cawapres tidak banyak berubah, kecuali Erick Thohir yang meningkat cukup besar. Dukungan terhadap Erick menguat paling besar," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya, Minggu (26/3/2023).
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
KPU Pastikan Gugatan Batas Usia Minimum Capres Cawapres Tak Ganggu Tahapan Pemilu 2024
-
Khofifah Soal Pilih Maju Cawapres Atau Pilgub Jatim
-
Sandiaga Ikhlas Jika Gagal Jadi Cawapres Ganjar, Tapi Tak Bisa Jamin Kerjasama PPP Dan PDIP
-
Khofifah Sebut Dilobi Beberapa Parpol untuk Jadi Bakal Cawapres 2024
-
Khofifah Tunggu 'Lampu Hijau' sebelum Putuskan Maju Cawapres atau Pilgub Jatim
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Cara Memakai Cushion agar Tidak Cakey, Ikuti 7 Langkah Ini
-
Bahaya Racun Makeup Viral: Tren Glowing yang Merusak Kulit Wajah
-
7 Cara Pakai AC Low Watt agar Kamar Cepat Dingin Tanpa Boros Listrik
-
Debut Film! Cha Si Yeon Resmi Bintangi Film Layar Lebar The Pinnacle
-
Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi
-
Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Pekanbaru dan Padang Hari Ini
-
Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh
-
MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya
-
Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli