Suara.com - Front Persaudaraan Islam (FPI) hingga saat ini belum menentukan poros politik dalam pencalonan presiden di Pilpres 2024 mendatang. Hal ini pun dibenarkan oleh Sekretaris Umum FPI, Buya Husein saat dihubungi oleh wartawan.
"Iya, belum (menentukan capres yang akan didukung)," tulis Husein dalam pesan Whatsappnya saat dihubungi Suara.com pada Minggu (20/08/2023).
Saat ditanyai soal dukungan FPI kepada Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, Husein secara tegas mengungkap pihaknya ogah mendukung Prabowo. Bagi para anggota FPI dan jajarannya, Prabowo bukanlah calon yang ideal untuk menjadi capres.
"Nggak (kami dukung) karena bagi kami (Prabowo) belum memenuhi kriteria calon pemimpin yang baik,” lanjut Husein.
Ia menyampaikan bahwa FPI memiliki 5 kriteria capres yang akan didukung. Dari para capres yang muncul di publik, baru Anies Baswedan yang memenuhi 3 kriteria dari 5 kriteria FPI.
“Kita kan juga tahu track record si PS (Prabowo Subianto). Itu sebenarnya tidak memenuhi kriteria calon pemimpin yang baik,” ungkap Husein.
FPI sendiri sempat dibubarkan pemerintah pada akhir tahun 2020, sebelum akhirnya kembali lagi dengan nama baru. FPI diketahui sebagai organisasi yang masih memiliki kekuatan cukup besar di masyarakat.
Lalu, seperti apa sejarah pembentukan FPI ini? Simak inilah selengkapnya.
FPI dibentuk dan dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 1998, atau tepat 4 bulan setelah Presiden Soeharto dipaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden.
Kemunculan berbagai organisasi Islam setelah reformasi, termasuk FPI, menimbulkan gejolak besar dan lekat dengan isu politik Islam.
Pembentukan FPI ini digagas oleh Muhammad Rizieq Shihab atau dikenal dengan nama Habib Rizieq. Tujuan dibentuknya FPI secara garis besar yaitu menegakkan amar ma’ruf nahi munkar sebagai pedoman bagi setiap anggotanya.
Semakin hari, nama FPI pun sering dikaitkan dengan gerakan fanatik Islam yang dianggap sering mencoreng nama baik agama. Berbagai aksi demonstrasi pun dilakukan.
Salah satunya terjadi di penghujung tahun 1999. Kala itu ribuan simpatisan FPI melakukan demonstrasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Sutioyoso. Mereka menuntut Pemerintah DKI Jakarta agar menutup tempat ‘maksiat’ seperti kelab malam, panti pijat, bar, dan tempat hiburan lainnya selama bulan puasa.
Tak hanya itu, publik mungkin masih ingat dengan aksi ribuan demonstran yang tergabung dalam Aksi 212 pada tahun 2016 lalu. Kala itu, FPI mendesak agar mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dihukum dalam kasus dugaan penistaan agama.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Digadang-gadang Jadi Bakal Cawapres, Yenny Wahid Bakal Ziarah ke Makam Gus Dur: Tunggu Petunjuk Bapak, Bapak Sendiri
-
Garang! Inilah Peluang Ganjar dan Anies Duet Jadi Capres-Cawapres di Pilpres 2024
-
Anis Ingatkan Intervensi Negara Luar di Pilpres 2024: Jangan Jadikan Indonesia Medan Tempur Kepentingan Asing
-
Jadi Kandidat Cawapres 2024, Yenny Wahid Bakal Minta Petunjuk ke Makam Gus Dur
-
BEM UI Pastikan Adu Gagasan Prabowo, Anies dan Ganjar Digelar 14 September 2023!
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo