Suara.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari mengatakan, calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) terpilih nantinya bisa berkontribusi dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.
Awalnya Ketua KPU Hasyim Asy'ari mengungkapkan, sempat ada perdebatan soal penentuan hari pemungutan suara. Sebab, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 mengatur bahwa hasil pemungutan suara harus sudah bisa diketahui setelah 35 hari.
"Ada perdebatan, seolah-seolah ada dua matahari kembar. Di satu sisi, masih ada presiden existing, di satu sisi sudah ada paslon terpilih," kata Hasyim di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2023).
Untuk itu, lanjut Hasyim, dipilihlah tanggal 14 Februari 2024 atau awal tahun sebagai hari pemungutan suara.
"Dengan dapat diketahuinya pasangan calon presiden lebih awal, maka pasangan terpilih ini bisa ikut menyusun RAPBN untuk 2025," ujar Hasyim.
Menurut Hasyim, hal ini memberikan pasangan capres dan cawapres terpilih untuk bisa mewujudkan visi, misi, rencana program kerja, dan janji-janji kampanyenya sejak tahun anggaran pertama dalam masa jabatan mereka.
"Kalau misalkan paslon terpilih presiden di tengah tahun atau di akhir tahun, dalam arti tahun anggaran, itu kemudian paslon presiden akan susah untuk mewujudkan visi misinya untuk tahun pertama 2025," tutur Hasyim.
Selain itu, dia menilai pemungutan suara di awal tahun juga memberikan kesempatan terjadinya transisi pemerintahan dari presiden yang sudah ada dengan capres terpilih untuk memastikan keberlanjutan.
"Sebuah bangsa tidak ada yang discontinuity atau keterputusan. Itulah pentingnya pembangunan harus keberlanjutan," tandas Hasyim.
Baca Juga: MA Kabulkan Uji Materi soal Keterwakilan Caleg Perempuan, KPU Tak Akan Revisi PKPU
Berita Terkait
-
MA Kabulkan Uji Materi soal Keterwakilan Caleg Perempuan, KPU Tak Akan Revisi PKPU
-
Punya Hubungan Spesial dengan Keluarga Gus Dur, Prabowo Kantongi Dukungan Gusdurian
-
Elektabilitas Anies Baswedan Cuma 5 Persen, NasDem Somasi LSI Denny JA
-
Kalau Prabowo Jadi Presiden, Gerindra: Susu dan Makan Siang Pelajar se-Indonesia Gratis!
-
Jelang Pendaftaran Capres-cawapres, KPU Bakal Undang Parpol Pekan Ini
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024