Suara.com - Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sempat berbicara soal pemimpin muda. Menurutnya tidak masalah anak muda dipilih untuk menjadi pemimpin, asalkan bukan karena faktor orang tuanya.
Pernyataan itu disampaikan oleh pria yang akrab disapa Kang Emil saat menjadi bintang tamu pada acara YouTube YouthTV Indonesia.
Kang Emil tidak keberatan apabila ada anak muda yang maju untuk turut mengambil andil dalam mengurus partai ataupun negara.
"Bung Karno juga dulu jadi ketua partai, usianya muda dan itu tidak masalah, yang lain pun tidak masalah," kata Kang Emil dikutip Suara.com, Selasa (24/10/2023).
Kader Partai Golkar tersebut menggarisbawahi hal terpenting ialah soal kapasitas dari anak muda tersebut. Alangkah baiknya kalau anak muda yang maju untuk ikut berperan itu juga memiliki kemampuan, bukan hanya modal nama orang tua.
"Yang terpenting itu muda berkapasitas. Jangan dipilih dia muda tapi karena bapaknya misalkan, yang betul itu kita milih usia muda tapi dia memang mumpuni," terangnya.
Pemimpin muda tengah menjadi sorotan karena adanya sosok Gibran Rakabuming Raka yang maju menjadi cawapres di Pilpres 2023. Gibran maju menjadi cawapres di usianya yang masih begitu muda yakni 36 tahun.
Majunya Gibran ke kontestasi pilpres menuai kontroversi lantaran dianggap sebagai penerus kekuasaan Presiden Joko Widodo atau Jokowi hingga memunculkan istilah dinasti politik.
Keterlibatan putra sulung Jokowi tersebut di Pilpres 2024 juga dianggap telah mencederai demokrasi lantaran sampai harus mengubah aturan undang-undang melalui putusan MK.
Baca Juga: Mahfud Md Ingatkan Hal Lebih Berbahaya Jika Putusan MK Tak Dilaksanakan
Masih pada acara yang sama, Kang Emil sempat menanggapi pernyataan dari host soal dinasti politik. Menurutnya, kekuasaan itu bisa menimbulkan kecanduan.
"Karena kekuasaan itu sifatnya addicted (kecanduan). Makanya kalimat legowo itu mudah untuk diucapkan namun susah diterapkan," jawabnya.
Tag
Berita Terkait
-
Pemilih Pemilu 2024 Didominasi Kaum Muda, Apakah Gibran Mampu Gaet Suara?
-
Prabowo Akui Bangun Dinasti Politik Merah-Putih Cinta Tanah Air di Pilpres 2024
-
Erick Thohir Gagal Jadi Cawapres Meski Sudah Bikin SKCK, Fungsinya Apa sih?
-
Cek Kecocokan 3 Pasangan Capres dan Cawapres Berdasarkan Zodiak: Mana Paling Klop?
-
Mahfud Md Ingatkan Hal Lebih Berbahaya Jika Putusan MK Tak Dilaksanakan
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024