Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tiga pasangan capres-cawapres. Laporan itu diterima KPK, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan tiga pasangan capres yang akan berkontestasi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Juru Bicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati menyebut, setiap pasangan capres-cawapres harus melaporkan nilai kekayaannya ke KPK.
Hal itu sesuai dengan Pasal 21 ayat (4) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 19 Tahun 2023 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, KPU mengumumkan nilai kekayaan calon di dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara setelah penetapan Pasangan Calon.
"Sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU tersebut, setiap calon harus menyerahkan surat tanda terima atau bukti penyampaian laporan harta kekayaan pribadi dari KPK. Terkait dengan pemenuhan dokumen persyaratan tersebut, sebelumnya KPK telah menerima laporan harta kekayaan pribadi dari masing-masing calon dan telah melakukan proses verifikasi administratif," kata Ipi lewat keteranganya yang dikutip Suara.com pada Rabu (15/11/2023).
Berikut detail LHKPN dari masing-masing capres-cawapres:
Capres-Cawapres Nomor Urut 1
- Anies Baswedan
Total Kekayaan: Rp 18.458.068.653 atau Rp 18,4 miliar.
Sumber:
Baca Juga: Beda Sikap PDIP ke Gibran dan Bobby: Sama-Sama Membelot tapi Cuma Satu yang Dipecat
- 7 tanah dan bangunan senilai Rp17.339.000.000 atau Rp 17.3 miliar
- 7 alat transportasi dan mesin senilai Rp 332.000.000,
- Harta bergerak lainnya Rp 260 juta
- Surat berharga Rp 5.552.000.000 atau Rp 5,5 miliar
- Kas dan setara kas Rp 2.062.215.362 atau Rp 2 miliar.
- Muhaimin Iskandar atau Cak Imin
Total Kekayaan: Rp 25.975.043.212 atau Rp 25 miliar.
Sumber:
- 5 tanah dan bangunan senilai Rp 24.700.000.000 atau Rp 24,7 miliar
- 2 alat transportasi dan mesin Rp 259.000.000
- Harta bergerak lainnya Rp 171.500.000
- Kas dan setara kas Rp 844.543.212.
Capres-Cawapres Nomor Urut 2
- Prabowo Subianto
Total Kekayaan: Rp 2.042.682.732.691 atau Rp 2 triliun
Tag
Berita Terkait
-
Rumah Relawan Ganjar di Menteng Didatangi Anggota Brimob, Polda Metro Jaya Klaim Patroli Pengamanan Pemilu
-
Ganjar Dianggap Sindir Tetangga Sebelah, PPP Membela: Gak Ada! Kalau Ada yang Merasa Gatal Berarti Harus Digaruk
-
Gabungan Kekayaan Capres-cawapres Anies-Muhaimin, Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud
-
ASEAN Defence Ministers Meeting ke-17 Sepakati 8 Dokumen, Salah Satunya Jakarta Joint Declaration
-
Prabowo-Gibran Dapat Nomor Urut 2, Ketua TKN: Bermakna Perdamaian dan Kemenangan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bukan Barang Mewah, Prilly Latuconsina Hadiahkan 270 Pohon Kopi untuk Omara Esteghlal
-
Gubernur Choco: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Sebabkan Kerusakan Signifikan
-
Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda
-
Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan
-
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama
-
Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!
-
Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung
-
Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global