Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla alias JK mengaku setuju dengan Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo yang memberikan nilai rapor 5 pada Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal penegakan hukum. Penilaian ini disebutnya mengacu pada kejadian di Mahkamah Konstitusi (MK) belakangan ini.
Diketahui, eks Ketua MK, Anwar Usman dinyatakan melakukan pelanggaran berat oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) usai mengubah syarat Calon Presiden dan Wakil Presiden jadi boleh bagi usia di bawah 40 tahun asal pernah atau sedang menjadi kepala daerah.
Menurutnya, permasalahan di MK tak bisa dianggap remeh karena berkaitan dengan nasib bangsa ke depannya.
"Pak Ganjar mengatakan 5 gitu kan (rapor untuk Jokowi). Ya saya kira anda juga mungkin sependapat itu. Terutama karena suasana terakhir ini kan. Ini yang menentukan bangsa ke depan, sangat penting sekali," ujar JK di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/11/2023).
Ia menilai visi Indonesia emas 2045 seperti yang sering digaungkan pemerintah sangat perlu didukung. Namun, untuk mewujudkannya maka aparat negara perlu bersikap netral dalam Pemilu.
"Tetapi syaratnya ialah berlaku adil, berlaku netral, begitu tidak, maka bangsa ini akan mengalami masalah," jelasnya.
Di tempat yang sama, Ganjar mengakui pemberian nilai rapor merah untuk Jokowi itu berdasarkan aspirasi dari masyarakat.
"Kalau soal penilaian karena banyaknya suara dari masyarakat yang masuk kepada kami dan semua berbicara, soal kepastian hukum, soal penegakan hukum, soal bagaimana hukum harus betul-betul lurus begitu," tuturnya.
"Nah tentu dengan kejadian terakhir, angka itu menjadi tidak seperti sebelumnya alias ya turunlah skornya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
PDIP Koar-koar soal Intervensi Penguasa Jelang Pilpres 2024, Anies: Tak Ada Apa-apanya Dibandingkan Beban Hidup Rakyat!
-
Sebut Keris Solo buat Tikam Lawan dari Belakang, Mardiono Klaim Bukan Sindir Jokowi
-
PDIP Endus Intervensi Penguasa ke Ganjar - Mahfud dan Anies - Cak Imin, TKN Prabowo - Gibran: Mungkin Dia Tekanan Batin
-
JK Blak-blakan Tak Bisa Ikut Bergabung TPN, Ganjar: Kita Gak Ngajak Kok
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret