Suara.com - Calon wakil presiden atau cawapres nomor urut tiga, Mahfud MD menilai, perlu adanya kepemimpinan yang kuat atau strong leadership untuk membenahi persoalan penegakan hukum di Indonesia.
Sebab menurutnya persoalan penegakan hukum yang kekinian terjadi kerap kali disebabkan oleh aparat penegak hukum yang tidak berintegritas hingga berperilaku korup.
Hal ini disampaikan Mahfud dalam acara Gagas RI Kampus Kompas bertajuk "Pemimpin Bicara Bangsa" di Airlangga Convention Center, Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (22/11/23) lalu.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam itu menyebut tiga komponen pembangunan hukum yang dapat menentukan berhasil atau tidaknya penegakan hukum di suatu negara.
Salah satunya aparat hukum atau legal structure dan dua lainnya, yakni substansi hukum atau legal substance serta budaya hukum atau legal culture.
"Legal substance, isi aturan hukum kita udah banyak, bagus-bagus. Masalahnya mungkin ada tumpang tindih tapi semua apapun yang kita butuhkan sudah ada aturannya. Tetapi masalahnya ada di legal structure-nya. Aparat penegak hukum kita tadi yang korup itu," kata Mahfud.
Mahfud lantas berpendapat untuk memulai membangun penegakan hukum yang baik diperlukan kepemimpinan yang kuat atau strong leadership.
Kepemimpinan yang kuat ini ialah pemimpin yang berintegritas, jujur, bermoral serta mampu mengelola perubahan untuk menguatkan misi lembaga penegak hukum dan menciptakan harapan masyarakat.
"Kalau anda tanya kepada saya terus mulai dari mana? Itu tadi mulai dari strong leadership di dalam penegakan hukum. Arahnya ke mana? Satu ke atas kepada para pebisnis, kepada para pejabat itu harus dilakukan penegakkan hukum dan kepastian hukum," katanya.
Baca Juga: Ogah Elektabilitasnya Disebut Kalah dari Anies, Ganjar Pamer Hasil Survei Internal
Lebih lanjut, Mahfud kembali menyampaikan pernyataannya bahwa jika penegakan hukum dapat dilakukan dengan benar, maka setengah permasalahan bangsa tuntas.
"Ke bawah ke rakyat kecil yang hak-hak nya selalu di rampas tanpa alasan hukum yang benar itu kita berikan perlindungan hukum. Jadi ke atas penegakkan dan kepastian, ke bawah perlindungan itu saja arahnya nanti. Kalau itu sudah bisa dilaksanakan dengan baik maka saya kira hampir semua persoalan dipenegakkan hukum itu bisa diatasi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Gegara Gibran Effect, Prabowo Diprediksi Menang Pilpres 2024 Satu Putaran
-
Targetkan Peningkatan Ekonomi hingga 7 Persen, Begini Siasat Ganjar Kalau Jadi Presiden
-
Tak Terima Cawapres Kakaknya Dikritik, Hashim: Gibran Pemberani, Bukan Bocil Ingusan, Apalagi Licik
-
Anies-Muhaimin Sodok Elektabilitas Ganjar-Mahfud, Prabowo-Gibran Tetap Merajai Survei Pilpres
-
Ogah Elektabilitasnya Disebut Kalah dari Anies, Ganjar Pamer Hasil Survei Internal
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak