Suara.com - Tim Pemenangan Nasional (Timas) Paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar (AMIN) merespons hasil survei terbaru untuk Pilpres 2024 yang dirilis Litbang Kompas pada Senin, (11/12/2023) lalu.
Co Captain Timnas AMIN, Almuzzammil Yusuf mengatakan, survei pilihan politik belum tentu merekam fakta yang sesungguhnya ketika dilakukan di tengah rasa kekhawatiran publik untuk bicara bebas tentang pilihannya yang ditandai indeks demokrasi yang turun.
"Ditambah lagi beberapa lembaga survei masih merekam 40 persen atau lebih yang masih bisa berubah pilihannya. Yang dibutuhkan hari-hari ini bukanlah merekam survey, tapi mendorong dan mengorganisir keberanian publik untuk merasa bebas menyatakan pilihannya tanpa merasa akan ditekan atau diancam oleh oknum bandit pemilu saat masyarakat hadir ke TPS pada 14 Februari 2024 dan pada putaran kedua Pilpres pada 26 Juni 2024," jelas Almuzzammil Yusuf yang juga merupakan Ketua DPP PKS Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam).
Maka dari itu, Anggota Komisi I DPR RI ini mengatakan, yang dibutuhkan oleh kita semua adalah kolaborasi seluruh komponen bangsa untuk merealisasikan amanat konstitusi pasal 22 E Undang-undang Pemilu yang dilakukan dengan Luber dan Jurdil.
"Kolaborasi antara KPU Bawaslu dan DKPP di satu pihak, kemudian di lain pihak juga dukungan kuat suara Parlemen, plus gerakan ekstra Parlemen dan yang terpenting adalah keberanian 204 juta pemilih untuk menyatakan kemerdekaan, kebebasan dan kegembiraannya untuk memilih," tegas Anggota DPR RI dari Dapil Lampung 1 ini.
Dan selanjutnya, kata Muzzammil, Dewan Pers melalui media massa harus secara aktif memperkuat gerakan ini.
"Garda ekstra parlemen yang terdepan untuk isu Pemilu Luber Jurdil yang akan paling didengar 204 juta pemilih menurut saya adalah mahasiswa seluruh kampus di Indonesia. Gerakan ini juga harus masuk pada aspek pengawasan kecurangan dengan menggunakan gerakan media sosial (medsos). Termasuk medsos publik terkait penghitungan final hasil rekap di 820 ribu TPS lebih," jelas Muzzammil.
Sehingga, lanjutnya, berbagai sengketa akhir Pemilu bisa merujuk bukan saja ke data KPU tapi juga rekaman asli publik di TPS tersebut. Data publik ini juga untuk mengantisipasi jika ada hacker terhadap data KPU. Sehingga Pemilu bisa diselamatkan.
"Karena Pemilu adalah pesta rakyat maka rakyat harus terlibat penuh untuk mengamankan suara mereka," tegas Muzzammil
Baca Juga: Jelang Debat Perdana, Apa Saja Persiapan Anies, Prabowo dan Ganjar?
Muzzammil menambahkan ada dua strategi yang harus simultan dilakukan oleh siapa saja kalo ingin memenangkan pemilu secara terhormat.
"Pertama, strategi meraih dukungan semua kalangan dari 204 juta pemilih dan sekaligus yang kedua adalah strategi melawan segala bentuk kecurangan dari berbagai oknum bandit Pemilu. Kedua hal itu adalah bagian dari amanat pasal 22E UUD 45 luber jurdil. Karena luber Jurdil itu bukan hadiah dari langit. Tapi sesuatu yang harus kita perjuangkan bersama. Timnas AMIN dengan semua partai pendukung dan seluruh simpul-simpul relawan bekerja keras mewujudkan dua strategi besar tersebut," tutup Muzzammil.
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Debat Capres Sore Ini
-
Sahroni NasDem: Pilpres Satu Putaran Itu Omong Kosong, Target Anies Lolos Putaran Kedua
-
Rutin Minum Jamu Sebelum Debat Pilpres 2024, Ternyata Ini Favorit Prabowo
-
Jelang Debat Pilpres Perdana, Prabowo Masih Sibuk Tugas Menhan: Serahkan Pesawat Karya Anak Bangsa
-
Jubir AMIN Instruksikan Relawan untuk Kawal Pemilu yang Adil
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina
-
Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer
-
Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu
-
Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912
-
7 Lipstik Transferproof untuk Bibir Kering, Nyaman Dipakai Tahan hingga 16 Jam
-
Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar
-
IHSG Masih Nyaman di Level 6.300 Pagi Ini, PTRO Bisa Dilirik
-
Kronologi Prabowo Ngaku Siap Jadi Mediator Korsel Hingga Ditolak oleh Korea Utara
-
Negosiasi Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke Bawah 80 Dolar AS per Barel
-
Lawan Persebaya, Igor Tolic Pede Andalkan Ketajaman Duet Uilliam Barros-Balsa Sekulic