Kotak Suara / Pilpres
Selasa, 12 Desember 2023 | 20:25 WIB
Capres Anies Baswedan bersama istri sesaat sebelum ke Kantor KPU untuk mengikuti debat pilpres pada Selasa (12/12/2023) malam. [Suara.com/Fakhri]

Suara.com - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan menyebut nama salah satu pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 yang tewas saat kerusuhan Slipi pada 22 Mei 2019, Harun Al Rasyid.

"Dan yang tidak kalah penting, hadir bersama saya, ayah dari Harun Al Rasyid. Harun Al Rasyid adalah anak pendukung pak Prabowo di Pilpres 2019 yang menuntut keadilan, protes hasil pemilu. Apa yang terjadi? Dia tewas dan sampai hari ini tidak ada kejelasan," ucap Anies seperti dilihat dari tayangan Youtube Suara.com '(LIVE): Debat Perdana Calon Presiden Pemilu 2024'

Tema debat perdana calon Presiden 2024 adalah Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi.

Debat antara ketiga capres ini dipandu oleh dua jurnalis TVRI yang ditunjuk sebagai moderator, yakni Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel.

Terdapat 6 segmen dan 18 pertanyaan pada debat capres yang akan berlangsung selama 120 menit ini.

Sebelumnya, KPU telah menunjuk 11 orang panelis. Adapun mereka yang ditetapkan KPU 10 orang di antaranya berlatar belakang akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri tanah air.

Lantas siapa Harun Al Rasyid yang disebut Anies sebagai pendukung Prabowo di Pilpres 2019?

Harun adalah bocah 15 tahun yang dikabarkan meninggal saat aksi 22 Mei. Kematian Harun memang saat itu menyisakan tanda tanya besar, utamanya bagi pihak keluarga.

Orang tua Harun, Didin Wahyudin dan Murni menceritakan kronologi kematian putranya, yang menyimpan beberapa kejanggalan.

Baca Juga: Cek Fakta: Prabowo Meletakkan Isu Hukum & HAM di Posisi Paling Atas Visi Misinya?

Murni mengungkapkan, pada Rabu (22/5/2019) siang, Harun pergi dari rumah setelah meminta uang Rp5 ribu padanya untuk membuat layangan.

Massa Aksi People Power 22 Mei di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5/2019) malam. [Suara.com/Fakhri Fuadi]

Lalu, hingga waktu berbuka tiba, Harun tak kunjung pulang, sehingga Murni mengira bahwa putranya itu berbuka bersama teman-temannya di luar. Namun, hingga Kamis (23/5/2019) pagi saat tiba waktunya untuk sahur, Harun masih belum kembali ke rumah.

Murni pun sempat mencari Harun di rumah teman-temannya, sementara sang suami masih bekerja, tetapi hasilnya nihil.

Didin dan Murni pun memutuskan untuk bersama mencari Harun pada Kamis sore setelah salat dan berbuka puasa. Di tempat Harun biasa berkumpul dengan teman-temannya, Murni mendapat sebuah informasi.

"Terakhir dapat informasi itu di Asem, di tempat laundry, ya memang di situ banyak teman-temannya. Saya bilang, 'Dek, maaf, lihat Harun enggak?' Saya gituin. 'Oh iya, Bu, semalam kita ikut...' Kita katanya, tapi saya juga enggak tahu anak-anak itu, orang namanya kenal sekilas-sekilas doang,'" kata Murni dalam wawancara TV One untuk program Kabar Petang pada 27 Mei 2019.

Kemudian Didin mendapat telepon dari seorang relawan yang merupakan teman kakak Harun. Ia diminta mencocokkan foto Harun dengan foto mayat yang ada di Rumah Sakit Dharmais.

Load More