Kotak Suara / Pilpres
Selasa, 12 Desember 2023 | 20:38 WIB
Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD berangkat bersama menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk mengikuti debat perdana Pilpres 2024. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menanggapi pertanyaan dari Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto yang menanyakan terkait kelangkaan pupuk di Jawa Tengah. Prabowo menanyakan sejauh mana program Kartu Tani saat Ganjar duduk sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Mulanya, Prabowo Subianto mengatakan, salah satu yang menjadi persoalan adalah kelangkaan pupuk bagi petani. Di mana hal itu dirasakan oleh petani di Jawa Tengah.

"Ini bagaimana Pak Ganjar, soal program Kartu Tani di Jawa Tengah," kata Prabowo dalam debat capres perdana di gedung KPU RI, Selasa (12/12/2023) malam.

Menjawab pertanyaan Prabowo itu, Ganjar mengatakan, dirinya saat masih menjadi Gubernur Jateng sempat menelpon Wakil Presiden agar menambah kuota pupuk.

Ia juga mengatakan, kelangkaan pupuk tak hanya terjadi di Jateng, tetapi di Papua, Sumut, Kalimantan Timur, NTT dan NTB.

"Tapi Pak Prabowo, kelangkaan pupuk terjadi di Papua, Sumut, Kaltim, NTT, NTB...," ujar Ganjar.

Lantas Seperti Apa Faktanya?

Merujuk sejumlah sumber pemberitaan media, kelangkaan pupuk memang tak hanya terjadi di Jawa Tengah. Kelangkaan pupuk juga dialami petani di Papua.

Menyitat Betahita.id, dengan judul: Papua: Petani Merauke Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi, disebutkan bahwa Petani di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua kembali mengeluhkan masalah kelangkaan pupuk subsidi. Selain kuotanya kurang, pupuk juga sering terlambat disalurkan kepada para petani setempat.

Baca Juga: Anies Sebut Keadilan Kunci Selesaikan Konflik Papua, Prabowo Langsung Balas: Tidak Semudah Itu, Pak

Satu di antara petani asli Papua di Kampung Waninggap Miraf Distrik Tanah Miring, Frans Mahuze kepada Jubi, Selasa (21/6/2022) mengatakan, karena kelangkaan pupuk subsidi, petani di sana terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga sekitar Rp10 ribu per kilogram.

“Kalau pupuk subsidi jenis urea dan ponska harganya Rp2 ribu – Rp2500 per kilogram. Tapi karena susah didapat, kami beli yang non subsidi. Harganya memang mahal, tapi mau tidak mau kami harus beli. Kalau tidak begitu, tentu hasil panen tidak maksimal,” kata Mahuze, dikutip dari kantor berita jubi.coid.

Demikian juga halnya dengan beberapa daerah lain, juga sempat mengalami kelangkaan pupuk. Hal itu antara lain sebagaimana bisa dilihat dari berbagai informasi maupun pemberitaan, baik yang berasal dari lembaga pemerintahan maupun di media massa.

Antara lain contohnya dari laman DPRD Kaltim soal kelangkaan pupuk di daerah itu. Juga berita soal kelangkaan pupuk di Sumut misalnya, begitu juga kelangkaan di daerah NTT.

Kesimpulan:

Dengan demikian, pernyataan capres Ganjar Pranowo soal kelangkaan pupuk yang menurutnya terjadi di banyak daerah dan bukan hanya di Jawa Tengah, termasuk di daerah-daerah yang disebutkannya, berdasarkan informasi dan berita yang ada adalah benar adanya.

Load More