Sebagai informasi, Mega memang pernah melaporkan Nando ke polisi pada awal Agustus 2023. Kakak Mega, Deden (27), menyebut adiknya itu datang ke kantor polisi untuk melaporkan sekaligus melakukan visum.
Namun saat akan diproses, Nando menyangkal semua tuduhan yang dilayangkan Mega ke polisi. Penyangkalan itu membuat pihak kepolisian memutuskan untuk menyetop kasus tersebut.
Deden menyesalkan keputusan polisi tidak menangkap Nando sejak laporan KDRT dilayangkan. Padahal Mega memiliki bukti visum dan bukti-bukti lain terkait KDRT yang dialaminya selama 3 tahun terakhir.
Meski begitu, Polres Metro Bekasi membantah telah menghentikan laporan KDRT yang pernah dilayangkan Mega sebelum tewas dibunuh Nando. Polisi membenarkan adanya laporan KDRT, namun Mega disebut tidak hadir pada waktu yang ditentukan untuk pemeriksaan.
Polisi kemudian mendapat pesan dari Mega yang mengatakan tidak bisa datang karena sudah kembali dengan Nando. Menurut polisi, Mega memang berencana untuk mencabut laporannya.
Namun nyatanya Mega tidak kunjung datang ke Mapolres Metro Bekasi untuk mencabut laporan KDRT itu. Polisi pun menegaskan tidak menyetop secara sepihak laporan Mega.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Gak Ada Capeknya! Tetap Ngantor usai Debat Perdana: Prabowo Kunker ke Malang, Gibran Balik Kerja ke Solo
-
Pengelola JAKI Minta Maaf Usai Diduga Kena Retas Hacker, Pastikan Data Pengguna Aman
-
Anies Beberkan Alasan Bawa Ayah Mendiang Harun Al Rasyid Tonton Debat Capres Di KPU
-
Ditanya Prabowo Bagaimana Atasi Pengangguran? Jawaban Ganjar: Buka Ruang Investasi Besar
-
Mulai dari Baju Hingga Sepatu, Ternyata Sosok Ini yang Siapkan Pakaian Ganjar Pranowo Saat Debras Capres 2024
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024