Suara.com - Merujuk pada Laporan The State of Higher Education 2022 mencatat sekitar 61% yang terdaftar di pendidikan tinggi mendapatkan pekerjaan yang lebih memuaskan.
Jadi, perguruan tinggi berperan dalam melahirkan manusia unggul alias kaum intelektual dengan pemikiran atau teori-teori kritis yang penting bagi kemajuan suatu bangsa.
Selain itu, menurut sebuah studi milik Pew Research Center (2016) juga mendapatkan kampus berperan meningkatkan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.
Sayangnya, menurut data dari Dukcapil hanya 6,41% penduduk Indonesia saja yang mengenyam pendidikan tinggi pada 2022. Salah satu penyebab kendalanya adalah keterbatasan ekonomi atau biaya kuliah yang mahal.
Dalam laporan Harian Kompas (2022) menemukan laju kenaikan biaya kuliah per tahun mencapai 1,3% untuk kampus negeri (PTN) dan 6,96% untuk kampus swasta (PTS). Kenaikan ini lebih tinggi dari kenaikan gaji lulusan SMA (3,8%) maupun sarjana (2,7%).
Untuk persoalan lainnya adalah akses yang belum merata. Masih terjadi pesoalan mengenaim kesenjangan akses dan kualitas. Sebab, mayoritas kampus dengan kualitas baik terpusat di wilayah Jawa.
Memasuki masa kontestasi politik, bagaimana gagasan capres-cawapres untuk menjawab persoalan ini? Berikut ulasannya.
Adu Visi Misi Capres-Cawapres Soal Akses Perguruan Tinggi Masih Sulit dan Tidak Merata
Berikut adalah gagasan visi misi 3 pasangan capres-cawapres mengenai akses dan tidak meratanya perguruan tinggi.
Baca Juga: Resmi Dukung AMIN di Pilpres 2024, Keluarga Besar HMI Selipkan Amanah Ini ke Anies-Cak Imin
Anies-Muhaimin
Berikut adalah program yang ditawarkan pasangan Anies-Muhaimin untuk menjawab persoalan di atas.
1. Pemerataan layanan pendidikan tinggi melalui pengayaan program studi yang sudah ada atau pembukaan program studi baru sesuai dengan kebutuhan/keunggulan wilayah.
2. Menghadirkan kesempatan beasiswa yang setara bagi anak yang memiliki potensi, termasuk dari keluarga miskin dan rentan miskin.
3. Mentransformasikan tata kelola perguruan tinggi agar berdaya saing dan berdampak bagi dunia akademis, riset, dan masyarakat.
4. Memfasilitasi perbaikan kualitas sekolah/Perguruan Tinggi Swasta sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024