Suara.com - Calon Presiden (Capres) nomor 1 Anies Baswedan menyinggung mengenai adanya program food estate yang dilakukan di masa Pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi saat ini.
Menurut Anies jika program foodestate yang dijalankan hanya akan menguntungkan kroni atau perusahaan. Bahkan program food estate tersebut juga merusak lingkungan.
"Program tersebut (food estate) tidak menghasilkan, arena itu harus diubah,"ujar Anies Baswedan.
Anies Baswedan pun memulai jika kepemimpinan juga harus menjunjung tinggi etika, kepemimpinan yang mengandalkan data informasi kapasitas yang serius.
Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memang juga konsen akan berperan di level global,
"Posisi yang dijaga secara serius untuk mengenai kewibawaan kita adalah kewibawaan berdasarkan kekuatan. Karena itu, kita butuh perubahan," ujar Anies Baswedan.
mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun menyinggung mengenai tantangan bukan karena serangan militer tapi karena serangan virus. Dia pun menyinggung mengenai website Kementerian Pertananan (Kemenhan) yang dibobol hacker yang tidak sesuai dengan anggaran besarnya.
"Rp anggaran 700 triliun anggaran kementerian pertahanan tidak bisa mempertahankan itu (website kena hacker), justru digunakan untuk membeli alat-alat alutsista yang bekas di saat tentara kita lebih dari separuh tidak memiliki rumah dinas," sambung capres yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.
Pada debat ketiga Pilpres 2024 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024), kembali mempertemukan tiga capres yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Sindir Pembelian Alutsista Bekas, Anies: Jangan Utang Untuk Kegiatan Yang Nonproduktif
Debat yang dimulai pada jam 19.00 WIB akan berdurasi 150 menit dibagi menjadi enam segmen selama 120 menit on air dan 30 menit jeda iklan. Dalam debat kali ini tema yang diangkat, yakni 'Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, dan Geopolitik'.
Debat capres kali ini masih dipandu dua moderator dan juga 11 panelis yang dipilih KPU telah menjalani masa karantina sebelum debat berlangsung.
Tag
Berita Terkait
-
Sindir Pembelian Alutsista Bekas, Anies: Jangan Utang Untuk Kegiatan Yang Nonproduktif
-
Anies Singgung Anggaran Fantastis Alutsista hingga Food Estate yang Tak Menghasilkan
-
Anies Baswedan Full Senyum, Akhirnya Prabowo Setuju dengan Strateginya Soal Promosi Budaya tapi..
-
Tanpa Tenteng Tas Mahal, Annisa Pohan Pakai Gelang Emas dan Jam Tangan Dampingi Suami di Debat Capres
-
Momen Pengawal AMIN Sempat Dilarang Masuk Arena Debat Capres Gegara Disalip Mobil Warga
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang