Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi buka suara soal pertemuannya dengan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/1/2024) malam.
"Makan malam, makan siang, makan pagi sarapan," kata Jokowi usai Resmikan Tol Pamulang-Cinere-Raya Bogor, Depok, Senin (8/1/2024).
Jokowi juga menanggapi dengan santai soal adanya anggapan tidak netral di Pilpres 2024 usai melakukan pertemuan makan malam empat mata dengan Prabowo.
"Wong ketemu malam hari, ketemu hari libur dan makan juga," kata Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengaku banyak hal yang dibahas dengan Prabowo. Pembahasan itu tidak hanya soal pemerntahan karena status Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.
"Bahas pemerintahan ada bahas pilpres juga ada," jelas Jokowi.
Dianggap Tak Netral
Sebelumnya Ketua DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun mengatakan pertemuan itu telah mengkonfirmasi dukungan Jokowi terhadap Prabowo di Pilpres 2024
"Ya kalau banyak pihak mempertanyakan pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo malam itu saya kira wajar-wajar saja. Karena pertemuan malam itu seakan-akan konfirmasi pernyataan Menkominfo kemarin bahwa pak Jokowi mendukung pak Prabowo," kata Komarudin kepada wartawan yang disampaikan melalui video, Sabtu (6/1/2024).
Namun ia menyingung netralitas Jokowi sebagai kepala negara di Pilpres 2024. Sebeb, sebelumnya Jokowi sudah mengumpulkan seluruh pejabat untuk menyampaikan pesan netral di Pemilu.
Baca Juga: Disebut Tak Pantas Bicara Etik Oleh Prabowo, Anies: Kalau Tak Mampu Jawab Jangan Menyalahkan
"Padahal Pak Jokowi sendiri beberapa waktu ini mengumpulkan seluruh pejabat Gubernur, Bupati, Wali Kota, KPU, Bawaslu pusat daerah kemudian pimpinan TNI, Polri kepala desa seluruh Indonesia," ujarnya.
"Yang mungkin baru pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia kepala negara mengumpulkan institusi sebanyak itu dengan pesan harus netral," sambungnya.
Namun ia menyayangkan, dengan pesan yang disampaikan kepada penyelenggara termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) harus netral, justru Jokowi terkesan tak netral dengan bertemu Prabowo.
"Dan kalau pesan itu sudah disampaikan kepada khalayak kepada ASN presiden harus memberikan contoh kepada para penyelenggara negra itu," tuturnya.
Berita Terkait
-
Anies Bandingkan Kenaikan Gaji PNS di Masa SBY Lebih Sering, Jokowi: Situasi Ekonomi Kan Beda-beda
-
Beda Cara Anies-Prabowo-Ganjar saat Hadapi Ancaman Hacker di Indonesia
-
Disebut Tak Pantas Bicara Etik Oleh Prabowo, Anies: Kalau Tak Mampu Jawab Jangan Menyalahkan
-
Dibongkar Babe Haikal, Prabowo Sempat Gadaikan Lahannya Demi Bantu Anies Jadi Gubernur DKI Jakarta
-
Respons Anies Usai Diteriaki Kata-kata Kasar Oleh Pendukung Prabowo-Gibran Saat Debat
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024