Suara.com - Pasca debat ketiga Pilpres 2024 calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dianggap tak terprovokasi meski mendapat serangan bertubi-tubi dari Anies Baswedan ataupun Ganjar Pranowo.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwah pasangan Gibran Rakabuming Raka itu tak terprovokasi dengan pertanyaan menyudutkan. Hal ini yang menurutnya berpotensi membuat Prabowo-Gibran bisa menang satu putaran.
Baca Juga:
Cak Imin Ungkap Ada Operasi Berduit ke Kiai PKB, Said Aqil: Banyak Ulama Bisa Dibeli
“Kenapa Pak Prabowo selalu diganggu, diprovokasi? Karena Prabowo-Gibran sangat berpotensi menang satu putaran, maka semua capres melakukan hal-hal yang di luar substansi,” ujarnya.
Prabowo pun disebut tetap keukeuh saat disinggung masalah pertahanan negara. Para pendukungnya menyebut bahwa Prabowo tak bisa terlalu terbuka membicarakan pertahanan negara pada debat ketiga Pilpres 2024 itu.
Dedi Mulyadi salah satu politikus Gerindra menyebut bahwa Prabowo menjalankan falsafah orang Sunda yakni, 'Kajeun bucat beuteung daripada bucat dina biwir'.
Menurut Dedi, Prabowo memilih untuk perut meledak alias mati dibanding harus membuka rahasia secara terbuka lewat lisannya.
"Falsafah orang Sunda terkait dengan rahasia itu adalah "Kajeun bucat beuteung daripada bucat dina biwir"," kata Dedi Mulyadi lewat akun X miliknya.
Baca Juga: Timnas AMIN: Untuk Apa Koalisi Bareng Kubu 03 Kalau Kami Menang Putaran Pertama?
"Maksudnya, lebih baik perut meledak (mati), daripada sebuah rahasia harus terbuka melalui lisan," tambah Dedi Mulyadi.
Postingan Dedi Mulyadi itu kemudian mendapat banyak respon dari pengguna X lainnya.
Sebelummya, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menegaskan bahwa data pertahanan merupakan informasi yang bersifat rahasia dan memiliki risiko bagi kedaulatan negara jika menyampaikannya secara terbuka di hadapan publik.
"Data pertahanan negara tidak bisa sembarangan dibuka. Sifatnya rahasia negara, confidenti. Hanya bisa dibuka di kalangan tertentu," kata Meutya seperti dikutip dari Antara.
Politikus Partai Golkar itu menekankan hal tersebut untuk merespons permintaan sejumlah calon presiden kepada Menteri Pertahanan yang juga Calon Presiden RI Prabowo Subianto untuk membuka data pertahanan negara pada debat ketiga Pilpres 2024.
"Alhamdulillah, Pak Prabowo tidak terpancing untuk membuka data pertahanan kita. Menurut saya ini bentuk kenegarawanan, mementingkan negara di atas politik meski sudah dicecar sebegitu rupa," kata dia.
Berita Terkait
-
Timnas AMIN: Untuk Apa Koalisi Bareng Kubu 03 Kalau Kami Menang Putaran Pertama?
-
Profil Pendekar Hukum Pemilu Bersih, Kelompok yang Laporkan Anies Usai Singgung Lahan Prabowo
-
Disaksikan Siti Atikoh, Kaukus Perempuan Nahdliyin di Lampung Deklarasi Dukung ke Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024
-
Sosok Keponakan Prabowo dari Keluarga Cendana yang Nyaleg di Pemilu 2024: Pernah Jadi Korban Penipuan Rp2 T
-
Prabowo Hadiri Deklarasi Dukungan Relawan Nelayan, Gibran Temui 1000 Kiai di Banyuwangi
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024