Suara.com - Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto mengatakan bahwa dirinya sangat menghormati para kaum pekerja, nelaya, petani dan semua orang yang bekerja untuk kehidupan yang lebih baik.
Prabowo kemudian sampaikan sindiran soal orang-orang pintar dengan wajah manis namun memiliki hati tidak jelas.
"Saya hormat dengan kalian, lebih hormat dibanding orang-orang pintar yang wajahnya mungkin manis, hatinya tak jelas," kata Prabowo saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) di Hall utama Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/1/2024).
Baca Juga:
Gibran Belanja, Minta Selvi Ananda Pilihkan Baju: Opo Jare Bojoo
Anies Baswedan Nikahi Sepupu Sendiri, Begini Kisah Cintanya Bersama Fery Farhati
Relawan SAKTI se-Jateng Kondolidasi dengan Gibran, Diminta untuk Kampanye secara Santun
"Sekolah tinggi-tinggi, pintarnya gak tau dipakai untuk apa. Sangking pintarnya, pintar korupsi," tambah Prabowo yang langsung disambut meriah para pendukungnya.
Baca Juga: Balas Sindiran Hasto PDIP soal Bagi-bagi Telur, TKN Pamer Isi Menu Makan Gratis Prabowo-Gibran
Prabowo pun menceritakan pengalamannya di militer. Ia menyebut bahwa berdasarkan pengalamannya, para kopral dan tantama lebih jujur dibanding orang berpangkat jenderal.
"Ini pengalaman saya, ada juga jenderal-jenderal yang jujur," ungkap Prabowo.
Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Hall utama Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/1/2024).
Pada kesempatan tersebut, selain menggelar Rapimnas, KSPN rencananya akan menyatakan sikap dukungan kepada Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Wapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming.
Dari pantauan SuaraJabar.id, hingga pukul 11.30 WIB para peserta Rapimnas KSPN sudah mulai memasuki Hall utama Hotel Sutan Raja dan dijadwalkan Prabowo Subianto bakal hadir di acara tersebut.
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Rapimnas KSPN, Tajudin, diperkirakan sebanyak 3000 orang yang terdiri dari berbagai provinsi hadir dalam kegiatan tersebut.
Berita Terkait
-
Balas Sindiran Hasto PDIP soal Bagi-bagi Telur, TKN Pamer Isi Menu Makan Gratis Prabowo-Gibran
-
Curi Perhatian, Wajah Giring di Profil Sosmed Gibran Rakabuming Digantikan Samsul
-
Alam Ganjar dan Sejumlah Influencer Tanding Bulu Tangkis, Puan Sampai Tegang Nonton Putrinya Main
-
Megawati, Sandiaga, HT hingga Andika Perkasa Siap Turun Gunung Menangkan Ganjar-Mahfud, Apa Strategi Mereka?
-
Khofifah Dukung Prabowo Gibran, Cak Imin Ragukan Identitas NU-nya
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998