Suara.com - Direktur Laboratorium Anti Korupsi, Adnan Topan Husodo turut menyoroti soal polemik anggaran Kementerian Pertahanan atau Kemhan RI yang digunakan untuk pembelian alutsista yang dibahas dalam debat capres beberapa waktu lalu.
Ia mengakui, memang kebutuhan pertahanan negara membutuhkan dana yang besar.
Bukan hanya untuk alutsista, kebutuhan Kemhan juga mencakup hal operasional hingga gaji pegawai. Namun, ia menyoroti soal utang luar negeri pembelian alutsista yang dilakukan Kemhan.
"Hampir separuh dari anggaran pertahanan setiap tahun juga habis untuk gaji pegawainya, belanja modal, belanja barang, yang oleh karena anggaran sedikit itu mau tidak mau dalam setiap kali pengadaan alutsista melibatkan hutang luar negeri," ujar Adnan kepada wartawan, Kamis (16/1/2024).
Adnan menjelaskan, skema utang luar negeri yang dikelola Kemhan tidak banyak diketahui. Jika merujuk pada defense integrity indeks yang dikeluarkan oleh Transparency Internasional, setidaknya pada tahun 2019 kemarin, indeks Kemhan RI ada di angka D yang kategori resiko korupsinya itu sangat tinggi untuk sektor pertahanan.
"Alasannya adalah karena aspek transparansinya paling buruk," kata Adnan.
Ia menyebut skema kerja sama di Kemhan sarat akan konflik kepentingan. Ia mencontohkan ketika Menhan Prabowo Subianto lewat surat Nomor B/2099/M/XI/2020, tertanggal 16 November 2020, menunjuk PT TMI.
"Ini sebetulnya sudah rame di medsos berbulan-bulan lalu, tapi sayang Capres tidak mengangkat cukup detail, padahal ini sangat berkaitan dengan sebuah negara dikelola tanpa system anti korupsi yang kuat," ungkapnya.
Dalam surat itu, kata Adnan, Prabowo sebagai Menhan sudah membuat perusahaan yang juga dikelola dan dikendalikan langsung oleh Prabowo, yakni PT TMI sebagai pihak yang akan mengurus berbagai hal, termasuk pengadaan alutsista.
Apalagi karena PT TMI merupakan perusahaan swasta, maka skema kerja sama utang Kemhan tidak terpublikasi.
"Kita juga tidak tahu hubungan terakhir PT TMI dengan Prabowo hari ini. Apakah diputus berubah setelah dikritik atau terus berjalan sesuai dengan skema surat yang pernah terbit? Isu yang mau saya sampaikan bahwa tansparansi pengadaan alutsista buruk sekali," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Digunakan Menyerang Houthi, Ini Spesifikasi Pesawat Eurofighter Typhoon yang Digunakan AS dan Inggris
-
Ini Tiga Faktor Penting yang Harus Dicek Pemerintah Saat Beli Alat Perang
-
Imparsial Kritik Kinerja Prabowo Selama Jadi Menhan: Lucu Bin Konyol
-
Dear Pak Jokowi! Utang Luar Negeri RI Kian Bengkak Kini Tembus Rp6.231 Triliun
-
Soal Anggaran Rp 700 Triliun, Lutfi: Bukan Hanya untuk Belanja Senjata Baru
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024