Suara.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari menanggapi pemecatan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pangandaran karena menunjukan gestur dua jari.
Gestur tersebut dianggap menunjukkan dukungan terhadap pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Untuk itu, Hasyim meminta seluruh anggota KPPS selaku bagian dari penyelenggara negara untuk menjaga sikap jelang pemilu 2024.
“Kalau itu kan masuk kategori pelanggaran kode etik ya, jadi begitu masuk lembaga penyelenggara pemilu kan semua perilaku harus dijaga,” kata Hasyim di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2024).
Dia juga mengingatkan kepada anggota KPPS maupun lainnya untuk tidak menunjukan sikap mendukung salah satu paslon tertentu.
“Jangan sampai kemudian dipersepsikan apa yang kita lakukan, baik itu tindakan maupun ucapan itu ada kecendeerungan memihak kepada peserta pemilu tertentu,” ujar dia.
Viral
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial seorang anggota KPPS di Pangandaran mengunggah status di Facebook dengan mengangkat dua jari hingga menyebutkan nama capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.
Video berdurasi 17 detik pada Facebook bernama Helmy Ocess itu tersebar dan diserang dengan komentar negatif publik karena statusnya sebagai penyelenggara Pemilu.
Baca Juga: Survei LSI Denny JA: Mayoritas Pemilih Semua Capres Ingin Pilpres Satu Putaran
Dalam videonya, Helmy menyampaikan salam dua jari sambil menyebut nama 'Prabowo'. Akhirnya, dia langsung dipecat dari anggota KPPS oleh KPU Pangandaran.
Berita Terkait
-
Survei LSI Denny JA: Mayoritas Pemilih Semua Capres Ingin Pilpres Satu Putaran
-
KPU Mendadak Ubah Jadwal Pemungutan Suara Di Jeddah Jadi 9 Februari, Ada Apa?
-
Pengasuh Pondok Pesantren Tertua di Jatim Beri Kode 2 Jari, Sosok Ini Disebut Jadi Kunci
-
KPU Yakin Presiden Jokowi Akan Kirim Surat Cuti untuk Berkampanye
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim