Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh angkat bicara terkait anggaran bantuan sosial (bansos) di tahun 2024 yang paling tinggi sepanjang sejarah.
Menurut Paloh, masyarakat saat ini sudah cerdas sehingga mengetahui apa maksud dibalik naiknya anggaran bansos secara signifikan.
"Kalian berpikir kritis sebagai jurnalis, saya mau kalau bisa bansos setiap hari, ada Pemilu tidak ada Pemilu, jangan waktu ada Pemilu saja jadi orang bisa menduga apa maksud sebenarnya," kata Paloh pada wartawan di Lapangan Reformasi Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis, (1/2/2024).
Secara tegas, Paloh menuturkan tindakan-tindakan yang mengundang tanda tanya serta kecurigaan yang tidak diperlukan tersebut mengapa harus dibuat sedemikian rupa.
"Pemerintah harusnya melihat posisi stabilitas yang dimiliki hari ini hasil pemahaman dan kerja keras kita semua bersama yang bisa membuat kita nyaman, tenang, kenapa harus dirusak," ujarnya.
"Tidak ada maksud mendiskreditkan, kritik ya harus berpikir kritis. Masyarakat kita yang tidak dilatih berpikir kritis yang konstruktif nanti akan menjadi masyarakat yang apatis, masa bodoh jadi nantinya rakyat-rakyatnya bisa menjadi bodoh ketika nalar mereka tak terasah," tutupnya.
Berita Terkait
-
Surya Paloh Apresiasi Antusiasme Masyarakat di Kampanye Akbar Sumut
-
SBY Sebut Prabowo Putra Terbaik Bangsa: Mampu Buat Indonesia Sejahtera dan Maju
-
Mahfud Mundur, Usman Hamid: Seharusnya Diikuti Menteri Lain yang Terlibat Kontestasi Pemilu
-
Acara Demokrat di Malang, Prabowo Sebut AHY Aset Bangsa
-
Resign Dari Menko Polhukam, Mahfud Beberkan 'PR' yang Harus Dikerjakan Penggantinya
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024