Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto angkat bicara jawab sindirian Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangareng soal bantuan sosial (bansos) yang dikorupsi pada era Pandemi Covid-19.
Meski tak disebutkan secara gamblang, pernyataan Kaesang itu merujuk pada kasus korupsi eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara yang merupakan kader PDIP.
Hasto mengatakan, pihaknya tak pernah melakukan intervensi membela Juliari selama proses pengadilan. Apalagi, kini Juliari juga sudah divonis 12 tahun penjara atas pelanggaran itu.
"Hukumannya (Juliari) sudah ada, sudah ada proses hukumnya tidak ada perlindungan," ujarnya di Kantor DPP PDIP, Senin (5/2/2024).
Hasto menjelaskan, kasus Juliari merupakan murni masalah hukum. Hal tersebut berbeda dengan polemik bansos saat ini yang digunakan untuk kepentingan Pemilu demi meraih elektoral.
"Nggak ada fungsi-fungsi elektoral, nggak ada intervensi kami terhadap proses hukum kalau ini yang menjadi persoalan kan ada intervensi terhadap persoalan proses hukum dengan menggunakan kekuasaan bahkan dengan bansos," tuturnya.
Tantang Balik PSI
Hasto pun menantang balik PSI untuk membuka data keuangan kampanye Pemilu ini.
Ia mengaku curiga lantaran baliho yang dipasang PSI begitu masif tak sebanding dengan anggotanya.
Baca Juga: Bantah Ahok Jadi Kuda Putih Jokowi di Pilpres 2024, Hasto PDIP: Malah Presiden Terkejut!
"Kita pertanggungjawabkan aja cek laporan keuangannya aja dan mari kelompok-kelompok demokrasi kami ajak untuk menghitung berapa baliho-baliho dan PSI berapa dana yang dilaporkan berapa jumlah anggotanya," katanya.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menanggapi ihwal bantuan sosial atau bansos yang turut disinggung dalam debat calon presiden pada Minggu (4/2/2024).
Kaesang menegaskan pandangannya yang merasa bansos memang harus tepat sasaran sekaligus harus tepat waktu. Ia memahami maksud capres tertentu yang menyinggung soal permasalahan bansos saat ini.
Tetapi menurutnya, ada permasalahan terkait bansos yang jauh lebih bermasalah, yakni berkaitan dengan kasus korupsi bansos saat pandemi Covid-19.
"Mungkin saat ini dipermasalahkan. Tapi menurut saya jauh lebih bermasalah jika bansos itu saat covid dikorupsi," kata Kaesang di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024).
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi