Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paniai, Papua Tengah menetapkan bahwa ada empat distrik yang akan melakukan pemungutan suara susulan.
Penundaan pemungutan suara ini merupakan imbas dari peristiwa pengrusakan surat suara di Paniai yang sempat beredar ramai di media sosial.
“Menetapkan jumlah dan nama distrik di wilayah Kabupaten Paniai yang dilakukan penundaan pelaksanaan pemungutan suara yang disebabkan oleh pengrusakan logistik pada saat pendistribusian oleh pihak-pihak yang bertangung jawab dalam Pemilu 2024,” demikian penggalan Surat Keputusan KPU Kabupaten Paniai, dikutip Rabu (14/2/2024).
Pada surat yang ditandatangani oleh Ketua KPU Kabupaten Paniai Sisilia Nawipa tertanggal 13 Februari 2024 itu, empat distrik yang pelaksanaan pemungutan suaranya ditunda.
Adapun wilayah tersebut ialah Distrik Kebo yang terdiri dari 13 kampung, 33 tempat pemungutan suara (TPS), dan 8.287 pemilih. Kemudian ada Distrik Aweida dengan enam kampung, 12 TPS, dan 2.761 pemilih.
Wilayah lain yang akan pemungutan suara susulan ialah Distrik Muye dengan 10 kampung, 22 TPS, dan 4.729 pemilih. Terakhir ialah Distrik Yagai dengan 10 kampung, 25 TPS, dan 6.314 pemilih.
Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan kotak suara yang seharusnya terbungkus plastik, justru terbuka dan rusak. Selain itu, surat suara yang seharusnya terlipat rapi, terlihat robek.
Seorang lelaki dalam video itu menjelaskan alasan surat suara tersebut keluar dari kotaknya dan terlihat rusak.
“Ini dari Distrik Yagai. Dia tahu, PPS mereka buka logistik kotak suara. Dalam kotak suara itu Form C1-KWK tidak ada, semua kosong sehingga masyarakat bersama Pandis, PPD, mereka kasih hambur itu kotak logistik," ucap pria dalam video tersebut.
Baca Juga: Banjir Hantui Jakarta Di Hari Pencoblosan, Tiga RT Sudah Terendam
Selain itu, ada pula video lain yang menunjjukan massa menggendong kotak suara yang dibungkus plastik. Kotak tersebut diduga akan dikembalikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
“Kotak-kotak dikembalikan. C1 mereka dibongkar oleh kelompok penyelenggara yang namanya PPD, lalu dibawa lari. Hanya logistik saja dengan kotak suara tiba di Muye," kata seseorang dalam video itu.
“Baru ini masyarakat mengembalikan ke KPU dan melapor kepada Polres Paniai untuk segera melakukan proses hukum kepada lima PPD karena mereka sudah benar-benar melakukan pelanggaran dan merusak demokrasi. Ini mereka bermain-main (pada) agenda negara," lanjut dia.
Bukan hanya video, terlampir pula sejumlah foto yang menunjukkan kejadian serupa. Terlihat pula informasi foto tersebut diambil pukul 16.09 WIT pada Senin (12/2/2024) atau 39 jam sebelum pemungutan suara.
Berita Terkait
-
Banjir Hantui Jakarta Di Hari Pencoblosan, Tiga RT Sudah Terendam
-
Pantauan Terkini Suasana TPS 33 Hambalang Tempat Prabowo Mencoblos
-
Doodle Pemilihan Umum Indonesia 2024 Mejeng di Halaman Awal Google
-
Pemiluv Suaradotcom: Live Quick Count dan Euforia Pemilu 2024
-
Sutradara dan Narasumber Dirty Vote Dilaporkan, Koalisi Sipil: Bentuk Pembungkaman Kritik dan Fakta
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024