Suara.com - Jebloknya suara pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud dalam hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei disebut tidak bisa dipisahkan dari bahasa politik partai pengusungnya, PDI Perjuangan.
Menurut Pengamat Politik dari Citra Institute Efriza, PDI Perjuangan tidak belajar dari masa lalu, ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhasil menjadi presiden.
"PDI Perjuangan pernah dikalahkan oleh SBY karena sikapnya yang jumawa, arogan, tinggi hati dan sikapnya yang mengatakan waktu itu adalah, Pak SBY dikatakan jenderal yang kekanak-kanakaan ataupun jenderal yang kurang dekat dengan masyarakat ataupun dalam hal politik, kurang keren lah seperti itu," katanya seperti dikutip Suara.com dalam sebuah wawancara.
Ia mengemukakan, hal itu pula yang kemudian dilakukan dengan pola yang sama oleh Ganjar Pranowo.
Efriza mengemukakan, Ganjar melakukan retorika hingga bahasa politik yang sama seperti dilakukan partainya kepada Jokowi maupun Prabowo, sehingga hal tersebut menjadi hal yang blunder.
"Mereka tidak memahami pola di Indonesia ketika menjadi presiden terpilih sekali, kecenderungan terpilih kedua itu akan tinggi kalau ia memang memuaskan masyarakat. Itu dibuktikan dari SBY kepada Jokowi," ucapnya.
Tak hanya itu, partai tersebut dinilai tidak membaca situasi dalam mengkritisi Jokowi yang ternyata memiliki approval rating yang baik dalam survei.
"Nah ketika mengkritisi kepemimpinan seorang calon, ini juga yang tidak dipahami oleh PDI Perjuangan bahwa yang ternyata dikritisi itu adalah ternyata Jokowi baik (di mata masyarakat)."
Angka Kepuasan Jokowi
Baca Juga: Sindir Kecurangan Pemilu, Mahfud MD: Jangan Artikan Penggugat Selalu Kalah
Ia kemudian merujuk pada sejumlah hasil survei yang menyebutkan angka kepuasan masyarakat kepada Jokowi masih tinggi.
"Kepuasannya masih tinggi, tapi yang dikritisi adalah kerecokan, merecoki sikap ambigu dari PDI Perjuangan. Dia (PDI Perjuangan) yang memerintah, dia yang mengajukan Pak Jokowi, tapi dia yang menyerang pemerintah." ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga menilai yang dilakukan Ganjar saat debat terakhir, turut menjadi faktor rusaknya citra Mantan Gubernur Jawa Tengah.
"Apa yang dikatakan oleh Ganjar saat di terakhir debat, Itu lah yang merusaknya."
"Ia malah bilang muka diktator. Ia mengatakan orang yang otoriter. Ia juga mengatakan bahwa dalam tanda kutip, ataupun hal yang nyata tanpa tanda kutip, sebagai, mohon maaf, Kasus Trisakti, Kasus '98," ujarnya.
Lantaran itulah, ia menilai yang menjadi salah satu pemicu masyarakat balik menghukum PDI Perjuangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024