Suara.com - Berdasar data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sampai dengan 17 Februari, sebanyak 57 petugas Pemilu 2024 meninggal dunia. Hilangnya nyawa pada pelaksanaan pesta demokrasi bukan hanya sekali, pada Pemilu 2019, setidaknya 486 petugas meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhamad Isnur mendesak negara harus bertanggung jawab kepada keluarga korban yang meninggal.
Negara menurutnya, harus menjamin hak keluarga yang ditinggalkan agar tidak jatuh miskin, mengingat dari sejumlah korban bisa saja di antaranya tulang punggung keluarga.
"Jangan sampai mereka yang meninggal, keluarganya jatuh semakin miskin. Ketika bapaknya atau ibunya yang meninggal ini adalah tulang punggung keluarga. Terus ada jaminan untuk seluruh keluarga agar yang ditinggalkan tidak kemudian jatuh semakin miskin," kata Isnur saat dihubungi Suara.com, Selasa (19/2/2024).
Kemudian negara juga harus membantu biaya pengobatannya dan pemakaman para petugas yang meninggal.
Isnur mendesak pelaksanaan Pemilu harus kembali dievaluasi. Beban kerja para petugas harus diperhatikan. Menurutnya Pemilu yang dilangsung dalam lima kategori pemilihan mulai dari presiden, DPR hingga DPD menjadi beban kerja yang berat bagi petugas.
"Pertama tentu yang penting diperhatikan adalah bagaimana ternyata pelaksanaan Pemilu itu menjadikan para petugasnya bertindak di luar waktu kerja yang manusiawi. Bagaimana mereka dua hari enggak tidur, menjalankan kerja penuh dengan tekanan, kemudian juga sampai subuh bekerja," katanya.
Selain itu, proses perekrutan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) juga harus diperhatikan, khususnya kondisi kesehatan.
"Bagi saya, bagi orang-orang yang memiliki masalah kesehatan, ke depan ya sebaiknya, jangan diikutkan begitu. Atau menjadi perhatian serius buat mereka," ujar Isnur.
Baca Juga: Jokowi Ingin Jadi Jembatan Politik Bagi Semua, Hasto PDIP: Urusan Pemilu Belum Selesai!
Merujuk pada data Kemenkes, jumlah petugas yang meninggal terdiri dari 29 anggota KPPS, 10 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), 9 saksi, 6 petugas, 2 panitia pemungutan suara, dan 1 anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Berita Terkait
-
Jokowi Ingin Jadi Jembatan Politik Bagi Semua, Hasto PDIP: Urusan Pemilu Belum Selesai!
-
PKS Belum Kepikiran Jadi Oposisi Pemerintah Setelah Pemilu 2024: Ojo Kesusu
-
Prabowo-Gibran Unggul Jauh di Real Count KPU, Abu Janda Tagih Janji Denny Siregar
-
Real Count KPU Sempat Macet, KPU Akui Sedang Perbaiki Data Agar Akurat
-
Mahfud Rapat Terbatas Bareng TPN, Bentuk Tim Hukum Khusus Perkarakan Pemilu 2024
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
BNPB Targetkan Listrik, Air, BBM, dan Komunikasi di Wilayah Gempa NTT Pulih dalam 7 Hari
-
LBH Pekanbaru Ungkap Dugaan 'Sekolah Merah Putih' Jadi Kedok Kriminalisasi di Rempang
-
Teks Renungan Malam Tirakatan 17 Agustus yang Tenang dan Mendalam untuk Doa Kemerdekaan
-
4 Rangkaian Y.O.U Golden Age untuk Samarkan Flek Hitam Pemilik Kulit Sensitif
-
B50 Hemat Rp170 Triliun, Devisa Bisa Dipakai Bikin Indonesia Makin Maju
-
Underemployment: Saat Keringat Sarjana Cuma Jadi Angka Formal
-
Hasil Kolaborasi BRI Dengan Barca Academy: APC Bandung Juara BRI Youth Champions League 2026
-
3 Shio yang Paling Pantang Menyerah, Punya Mental Kuat
-
81 Tahun Indonesia Merdeka: Kondisi Jalan di Deli Serdang Sumut Kupak-kapik, Belum Merdeka?
-
Desa Les Bekali Generasi Muda dengan Bahasa Inggris, Siap Mendunia?