Suara.com - Sejumlah tokoh yang terdiri dari pemuka agama, akademisi, politisi hingga purnawirawan TNI-Polri yang tergabung dalam Gerakan Pemilu Bersih mendeklarasikan diri untuk menolak penyelanggaraan Pemilu curang, terstruktur, sistematis, dan masif.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Menteri Agama Fachrul Razi, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, mantan Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu, mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua dan sederet tokoh lainnya hadir dalam deklarasi tersebut.
Salah satu poin deklarasi tersebut ialah penolakan terhadap penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU.
"Kami dengan penuh kesadaran dan keyakinan menolak hasil pemungutan dan perhitungan suara Pilpres yang sedang berlangsung dan kelanjutannya," kata Din saat membacakan isi poin deklarasi dalam acara '100 Tokoh Menolak Pemilu Curang, Terstruktur, Sistematis dan Masif' di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2024).
Selain itu, alasan ratusan tokoh menggelar deklarasi adalah karena banyaknya bentuk intimidasi, tekanan, bahkan ancaman terhadap rakyat sepanjang Pemilu 2024 berjalan.
Kemudian, adanya dugaan pengerahan aparat pemerintahan untuk mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dalam poin deklarasinya, Gerakan Pemilu Bersih juga menyoroti keberpihakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada salah satu pasangan calon (paslon) hingga pemberian bantuan sosial (bansos) yang gencar jelang pemungutan suara. Bahkan, bansos itu diberikan langsung oleh Jokowi.
Para tokoh yang hadir juga menyinggung tentang penggelembungan suara di sejumlah TPS untuk keuntungan pasangan Prabowo-Gibran.
"Berdasarkan keterangan para ahli, adanya indikasi rekayasa kecurangan melalui IT KPU yang servernya berada di luar negeri, dan dirancang (by design) menguntungkan paslon 02," kata Din.
Baca Juga: Heboh Wakapolda Sumut Kumpulkan Camat dan Kades Usai Pemilu 2024, Ada Apa?
Pernyataan sikap itu disebut telah ditandatangani 135 tokoh. Mereka mengklaim masih banyak tokoh yang akan ikut serta dalam sikap tersebut.
Berita Terkait
-
Segini Modal Nyaleg Vicky Prasetyo, Dapat Suara Tinggi tapi Terancam Gagal Lolos ke Senayan
-
Jumlah Suaranya Beda Jauh, Ijazah Vicky Prasetyo dan Dede Sunandar Jadi Sorotan
-
Miris! Padahal Satu Partai, Nasib Vicky Prasetyo dan Dede Sunandar Bak Langit dan Bumi
-
Timnas AMIN Tak Terima Pemilu 2024 Disebut Mendagri Tito Tak Diwarnai Kecurangan
-
Heboh Wakapolda Sumut Kumpulkan Camat dan Kades Usai Pemilu 2024, Ada Apa?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim