Suara.com - Dinamika selepas pemungutan suara masih terus terjadi, setelah banyak indikasi kecurangan yang diduga oleh pihak yang turut serta dalam Pemilu 2024 ini. Pengajuan mekanisme hitung manual suara pemilu yang dituntut PDIP menjadi bahan pembicaraan dan banyak ditanggapi oleh publik secara luas.
Pengajuan mengenai mekanisme hitung manual yang disuarakan PDIP sendiri dikabarkan mempertimbangkan mengenai akurasi data hitung, dan cukup banyaknya petugas yang menjadi korban akibat kelelahan, baik korban jiwa atau harus dirawat di rumah sakit.
Mekanisme yang Diusulkan PDIP
Surat dari Dewan Pimpinan Pusat PDIP secara resmi dikirimkan ke Komisi Pemilihan Umum. Surat ini berisi penolakan terhadap Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik atau Sirekap yang digunakan dalam menghitung total suara Pemilu 2024 ini.
Kritik juga diajukan pada keputusan KPU yang menghentikan sementara proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan sebagai imbas dari kegagalan Sirekap dalam menjalankan fungsinya sebagai sistem penghitungan elektronik.
PDIP menganggap bahwa kegagalan fungsi Sirekap sebagai alat bantu dan rekapitulasi hasil suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan adalah dua hal yang berbeda dan tidak perlu sampai melakukan penghentian sementara.
Penolakan pada penggunaan Sirekap ini juga didasari atas banyaknya kejadian salah input atau salah baca data yang terjadi di banyak sekali daerah sehingga membuat rekapitulasi perolehan suara tidak dapat berjalan dengan baik.
Korban dari Petugas KPPS setelah Proses Penghitungan Manual
Tidak sedikit petugas KPPS yang harus meregang nyawa karena kelelahan setelah menjalankan tugasnya dalam melaksanakan pemungutan suara dan melakukan penghitungan suara.
Baca Juga: Perolehan Suara Rasyid Rajasa vs Eks Pemain Timnas Indonesia, Siapa yang Unggul?
Meski bukan hal baru, namun jelas hal ini perlu disikapi dengan tegas. Idealnya keberadaan Sirekap dapat memberikan bantuan besar pada proses rekapitulasi suara yang berlangsung, bukan justru menjadi masukan data yang salah setelah petugas bekerja kerjas.
Mengacu pada data Kementerian Kesehatan yang dipublikasikan Rabu, 21 Februari 2024 lalu, sedikitnya terdapat 51 anggota KPPS, 118 anggota Linmas, 9 saksi, 8 petugas, 6 anggota Badan Pengawas pemilu, serta 2 anggota Panitia Pemungutan Suara yang meninggal dunia.
Faktor kelelahan menjadi hal utama yang membuat hal ini terjadi. Namun hingga saat ini metode penghitungan manual dinilai masih menjadi yang terbaik, karena semua surat suara akan dibuka dan dicek satu per satu guna memverifikasi suara yang masuk.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Momen Hasto Kristiyanto Keselip Sebut Prabowo Memiliki Karakter Sejati Seorang Pemimpin
-
Temuan Komnas HAM: Nakes hingga Pekerja IKN Kehilangan Hak Memilih pada Pemilu 2024
-
Komeng Pakai Jam Sederhana tapi Menang Pemilu, Cak Imin Gunakan Rolex Malah Kalah
-
Perolehan Suara Kesalip Fadli Zon, Ini Riwayat Pendidikan dan Karier Adian Napitupulu
-
Perolehan Suara Rasyid Rajasa vs Eks Pemain Timnas Indonesia, Siapa yang Unggul?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Review Film Dear You: Sinema Sejarah Bertema Diaspora yang Luar Biasa Indah
-
Siapa Mathis Molinie yang Dirumorkan Dekat dengan Raisa? Ini Profil dan Pekerjaannya
-
Manggala Agni Masih Padamkan Karhutla di Riau Seluas 100 Hektare Lebih
-
Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
-
Mandipping hingga Musik Klasik 24 Jam: Menyusuri Jejak Ayam Krispy McD di Padahanten Farm
-
3 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar pada 9 Agustus 2026
-
Kontradiksi Simbolik: Merayakan Kemerdekaan dengan Cara yang Masih Feodal
-
4 Shio yang Diprediksi Paling Hoki Hari Ini 9 Agustus 2026, Masa Sulit Berakhir
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja