Suara.com - Siti Mujayanah, anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Desa Sawaran Kulon di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meninggal dunia. Siti meninggal diduga akibat kelelahan selama melakukan pengawasan Pemilu 2024.
Penjabat Bupati Lumajang Indah Wahyuni dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang Yuyun Baharita menyampaikan belasungkawa dengan mengunjungi kediaman almarhumah Siti Mujayanah di Dusun Kedung Ketangi, Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Kamis (22/2/2024).
"Bu Siti seorang pengawas pemilu yang telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Mungkin karena lelah dalam menjalankan tugasnya, beliau jatuh sakit hingga akhirnya berpulang ke Rahmatullah," kata Indah Wahyuni.
Indah menuturkan pada hari pemungutan suara 14 Februari 2023, almarhumah mengeluh sakit dan menjalani pemeriksaan medis pada malam hari, kemudian disarankan untuk rawat inap, namun yang bersangkutan menolak demi melanjutkan tugas pengawasan pemilu meskipun dalam keadaan sakit.
"Kondisi kesehatan almarhumah yang semakin memburuk, membuatnya akhirnya dirawat di rumah sakit, tetapi sayangnya beliau berpulang pada Rabu (21/2)," tuturnya.
Ia menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian almarhumah Siti Mujayanah dan mendoakan semoga diberikan tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
"Kami turut berduka cita, semoga karena beliau wafat dalam menjalankan tugasnya, dapat diterima di sisi Allah SWT dan keluarganya diberi ketabahan," katanya.
Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan pengorbanan dan dedikasi yang tinggi dari para penyelenggara pemilu dalam melaksanakan tugasnya demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas.
"Semoga semangat dan pengabdian almarhumah Siti Mujayanah menjadi inspirasi bagi kita semua dalam berjuang untuk kebaikan bersama," ujarnya. (Antara)
Baca Juga: Polemik Surat Suara di Malaysia, Bawaslu: Kami Tidak Punya Pengawas LN Pos
Berita Terkait
-
Tetap Menggelitik, Ini Arti Pejabat dan Panwaslu Menurut Komeng
-
Petugas TPS Kramat Jati Meninggal usai Dikerokin Istri, Ternyata Punya Riwayat Penyakit Ini
-
Ngeluh Kecapean hingga Minta Dikerokin Istri, Detik-detik Petugas TPS 008 Kramat Jati Meninggal
-
Polemik Surat Suara di Malaysia, Bawaslu: Kami Tidak Punya Pengawas LN Pos
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024