Suara.com - Nama Bobby Nasution tiba-tiba menjadi obrolan hangat menjelang Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara (Pilkada Sumut). Mantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini mendapat penolakan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk dicalonkan menjadi gubernur di wilayah tersebut.
Namun, nama Bobby muncul dalam surat penugasan yang disampaikan Partai Golkar untuk maju dalam Pilgub Sumut. Memanasnya hubungan Presiden Joko Widodo dengan PDIP diduga menjadi salah satu faktor tersebut, selain Bobby yang sudah mengundurkan diri dari PDIP beberapa waktu silam.
Berikut rangkuman artikel politik mengenai Bobby Nasution yang akan maju dalam Pilgub Sumut dan dirangkum Suara.com.
1. Bobby Nasution Ditolak Daftarkan Diri Maju Pilkada Sumut Lewat PDIP? Hasto: Usulan dari Bawah
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada tahun 2024 akan dilaksanakan pada November mendatang.
Saat ini sejumlah partai politik tengah menjaring kader atau calon yang dianggap mumpuni untuk ikut dalam kontestasi politik tingkat daerah, tak terkecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
2. Hasto Tanggapi Isu PDIP Tolak Bobby Nasution saat Daftarkan Diri Maju Pilkada Sumut
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada tahun 2024 akan dilaksanakan pada November mendatang.
Baca Juga: Bagi-bagi THR ke Warga, Bobby Nasution Didoakan Menang Jadi Gubernur Sumut
Saat ini sejumlah partai politik tengah menjaring kader atau calon yang dianggap mumpuni untuk ikut dalam kontestasi politik tingkat daerah, tak terkecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
3. PDIP Tutup Pintu Bobby Nasution di Pilkada Sumut, Pengamat: Strategi Permusuhan Justru Untungkan Keluarga Jokowi
Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai PDI Perjuangan terlihat kecil dari Presiden Joko Widodo lantaran menyatakan menolak pencalonan Bobby Nasution maju di Pilkada 2024.
"Sah saja PDIP membatasi pengusungan pada keluarga Jokowi, tetapi dengan membuat statemen semacam itu justru membuat PDIP terasa kecil dibanding Jokowi," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu (13/4/2024).
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan
-
Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami
-
Geledah Jakarta Sampai Pemalang, KPK Sita Mobil-Motor Mewah Hingga Emas
-
Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara
-
GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya
-
Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL
-
Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadir untuk Wujudkan Rumah Idaman, Tawarkan DP Mulai 1%