Suara.com - Direktur Eksekutif Algoritma Research and Consulting, Aditya Perdana menyebut deretan partai politik (parpol) mulai melakukan persiapan menuju Pilkada 2024. Sejumlah hal mulai dipersiapkan, termasuk yang paling penting adalah membentuk koalisi.
Dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia itu menyebut ada sejumlah faktor yang akan menjadi penentu pembentukan koalisi.
Baca Juga:
Pilkada Serentak 2024: Mendagri Setor 207 Juta Data Potensial Pemilih ke KPU
Faktor pertama ialah seberapa kuat petahana atau incumbent yang akan bertarung nantinya.
"Apabila petahana dirasakan punya potensi elektabilitas yang tinggi untuk memenangkan Pilkada, maka bisa dipastikan para penantangnya tidak akan banyak, bahkan mungkin tidak ada alias calon tunggal," ujar Aditya kepada wartawan, Minggu (5/5/2024).
Kemudian, pembentukan koalisi juga diyakininya tidak akan sejalan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Artinya, koalisi di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten akan lebih cair dan tak mengikuti Pilpres.
"Koalisi yang terbentuk dalam pencapresan tidak akan sama atau bahkan tidak relevan dengan kondisi setiap daerah karena kekuatan legislatif dari hasil Pileg 2024 lalu tidak sebangun dengan hasil yang ada di pusat," ucapnya.
"Maka, setiap parpol mungkin sudah menginstruksikan setiap wilayah nya untuk terbuka dalam membangun koalisi dengan siapapun," lanjutnya menambahkan.
Baca Juga: Presiden PKS Akui Walkot Depok Mohammad Idris Masuk Bursa Pilkada Jabar
Kemudian, pengaruh tokoh lokal yang kuat secara sosial, ekonomi, politik, dan budaya akan menjadi faktor penting terbentuknya koalisi.
"Sehingga pengaruh tokoh agama, adat, atau pebisnis yang kuat akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi para elite politik nasional dan lokal dalam memutuskan siapa yang dapat didukung dalam koalisi tersebut," tuturnya.
Baca Juga:
Cak Imin: Bakal Calon yang Diusung PKB Tidak Hanya Menang, Tetapi Harus Sukses Memimpin Daerahnya
Ia mencontohkan Pilkada Jawa Timur yang akan didominasi oleh petahana Khofifah lantaran masih menjadi tokoh terkuat. Parpol pun akan cenderung berkeinginan menjadi bagian koalisi pendukung Khofifah.
"Ada kemungkinan sebagian besar parpol akan merapat untuk menyatukan dukungan kepada Khofifah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Cak Imin: Bakal Calon yang Diusung PKB Tidak Hanya Menang, Tetapi Harus Sukses Memimpin Daerahnya
-
Pilkada Serentak 2024: Mendagri Setor 207 Juta Data Potensial Pemilih ke KPU
-
Jokowi Malah Berikan Jawaban Lain Saat Disebut Kaesang Bakal Bantu Kampanye PSI Pilkada 2024
-
Bakal Pakai Sirekap Lagi di Pilkada 2024, KPU Klaim Sudah Diperbaiki
-
Presiden PKS Akui Walkot Depok Mohammad Idris Masuk Bursa Pilkada Jabar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024