Kotak Suara / Pemilu
Minggu, 05 Mei 2024 | 17:27 WIB
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Puskapol FISIP Universitas Indonesia (UI), Aditya Perdana, dalam diskusi bertajuk 'Fokus 2024: Sukses Pemilu dan Suksesi Kepemimpinan' secara virtual, Rabu (13/4/2022). [Tangkapan Layar]

Suara.com - Direktur Eksekutif Algoritma Research and Consulting, Aditya Perdana menyebut deretan partai politik (parpol) mulai melakukan persiapan menuju Pilkada 2024. Sejumlah hal mulai dipersiapkan, termasuk yang paling penting adalah membentuk koalisi.

Dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia itu menyebut ada sejumlah faktor yang akan menjadi penentu pembentukan koalisi.

Baca Juga:

Pilkada Serentak 2024: Mendagri Setor 207 Juta Data Potensial Pemilih ke KPU

Faktor pertama ialah  seberapa kuat petahana atau incumbent yang akan bertarung nantinya.

"Apabila petahana dirasakan punya potensi elektabilitas yang tinggi untuk memenangkan Pilkada, maka bisa dipastikan para penantangnya tidak akan banyak, bahkan mungkin tidak ada alias calon tunggal," ujar Aditya kepada wartawan, Minggu (5/5/2024).

Kemudian, pembentukan koalisi juga diyakininya tidak akan sejalan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Artinya, koalisi di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten akan lebih cair dan tak mengikuti Pilpres.

"Koalisi yang terbentuk dalam pencapresan tidak akan sama atau bahkan tidak relevan dengan kondisi setiap daerah karena kekuatan legislatif dari hasil Pileg 2024 lalu tidak sebangun dengan hasil yang ada di pusat," ucapnya.

"Maka, setiap parpol mungkin sudah menginstruksikan setiap wilayah nya untuk terbuka dalam membangun koalisi dengan siapapun," lanjutnya menambahkan.

Baca Juga: Presiden PKS Akui Walkot Depok Mohammad Idris Masuk Bursa Pilkada Jabar

Kemudian, pengaruh tokoh lokal yang kuat secara sosial, ekonomi, politik, dan budaya akan menjadi faktor penting terbentuknya koalisi.

"Sehingga pengaruh tokoh agama, adat, atau pebisnis yang kuat akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi para elite politik nasional dan lokal dalam memutuskan siapa yang dapat didukung dalam koalisi tersebut," tuturnya.

Baca Juga:

Cak Imin: Bakal Calon yang Diusung PKB Tidak Hanya Menang, Tetapi Harus Sukses Memimpin Daerahnya

Ia mencontohkan Pilkada Jawa Timur yang akan didominasi oleh petahana Khofifah lantaran masih menjadi tokoh terkuat. Parpol pun akan cenderung berkeinginan menjadi bagian koalisi pendukung Khofifah.

"Ada kemungkinan sebagian besar parpol akan merapat untuk menyatukan dukungan kepada Khofifah," pungkasnya.

Load More