Suara.com - Perkumpulan Remaja Masjid Blora, yang selama ini dikenal sebagai kelompok apolitis, kini mengambil sikap untuk turut mengawal jalannya demokrasi pada Pilkada Jawa Tengah 2024.
Langkah ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap keadilan dan transparansi dalam proses demokrasi di Indonesia, terutama setelah adanya kekhawatiran terhadap potensi kecurangan pada Pemilihan Presiden sebelumnya.
"Kami sadar, selama ini remaja masjid sering dianggap tidak tertarik dengan isu politik. Namun, kami ingin menunjukkan bahwa generasi muda, termasuk remaja masjid, juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan demokrasi berjalan sesuai prinsip yang benar," ujar Ketua Perkumpulan Remaja Masjid Blora, Ahmad Muzaka ditulis Jumat (22/11/2024).
Meski tidak aktif berpolitik atau terlibat dalam partai politik, Perkumpulan Remaja Masjid Blora menegaskan komitmen mereka untuk mendukung proses demokrasi yang bersih dan bermartabat.
Mereka menyatakan siap mengawal pelaksanaan Pilkada Jawa Tengah 2024 sesuai dengan kapasitas mereka sebagai masyarakat sipil yang independen.
"Kami berdiri di sisi netral, tanpa mendukung kandidat atau partai mana pun. Namun, kami memiliki sikap tegas untuk menolak dan mengutuk segala bentuk kecurangan, manipulasi, atau pelanggaran yang dapat mencederai kejujuran dan keadilan dalam Pilkada Jawa Tengah," tegas Muzaka.
Beberapa bentuk kecurangan dalam Pilkada yang perlu dihindari dan diawasi, menurut Perkumpulan Remaja Masjid Blora, meliputi:
- Politik uang seperti pembagian uang atau barang kepada masyarakat untuk mempengaruhi pilihan mereka.
- Pemalsuan Suara, manipulasi data pemilih atau pemalsuan dokumen hasil pemungutan suara.
- Penggunaan aparat atau fasilitas negara seperti pemanfaatan sumber daya negara oleh pihak tertentu untuk kepentingan kampanye.
- Intimidasi pemilih dengan adanya ancaman atau paksaan yang membuat pemilih tidak bebas menentukan pilihan.
- Kampanye hitam dan hoaks berupa penyebaran informasi palsu atau fitnah untuk menjatuhkan kandidat tertentu.
- Keterlibatan penyelenggara yang tidak netral seperti peran penyelenggara yang berpihak pada kandidat tertentu.
Perkumpulan ini akan berkontribusi dengan langkah-langkah nyata, seperti:
- Edukasi Pemilu dengan menyelenggarakan diskusi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilu yang bersih.
- Partisipasi Aktif dalam Pengawasan, yakni dengan mengajak pemuda Blora untuk menjadi relawan pengawas pemilu independen bekerja sama dengan lembaga terkait.
- Kampanye Kesadaran Demokrasi, dengan menggunakan media sosial dan platform digital untuk menyebarkan pesan-pesan anti-kecurangan dan ajakan menjaga integritas pemilu.
"Kami percaya bahwa demokrasi yang sehat adalah pondasi untuk masa depan daerah dan bangsa yang lebih baik. Masyarakat Blora, khususnya generasi muda, harus bersama-sama menciptakan Pilkada yang bersih, adil, dan damai," pungkas Muzaka.
Baca Juga: Malu-Malu, Ridwan Kamil Pakai Jersey Persija saat Blusukan di Kampung Bayam
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024