Suara.com - Berlokasi di Pantai Caruban, Lasem, Rembang, Komunitas Pemuda bernama Teater GPS menggelar diskusi yang mengusung tema darurat demokrasi di Jawa Tengah.
Puluhan pemuda yang tergabung dalam komunitas ini berkumpul untuk mengungkapkan keresahan mereka terhadap demokrasi yang mereka anggap telah dikebiri oleh praktik kecurangan dan ketidaknetralan pejabat serta aparat dalam Pilkada Gubernur Jawa Tengah 2024.
Acara ini dipimpin oleh Ketua Komunitas Teater GPS, M. Nur Fendi. Diskusi ini lahir dari kegelisahan anggota komunitas terhadap fenomena ketidakadilan yang mencederai demokrasi.
Para peserta diskusi sepakat bahwa ketidaknetralan sejumlah aparat dan pejabat pemerintah dalam kampanye Pilkada Jawa Tengah telah menciptakan situasi yang jauh dari ideal, dimana semestinya prinsip netralitas dan keadilan menjadi landasan utama.
“Kami merasa demokrasi tidak lagi berjalan sesuai dengan koridor idealnya. Ini bukan hanya masalah siapa yang akan menang atau kalah, tetapi soal bagaimana marwah demokrasi yang adil dapat kita pertahankan,” ujar M. Nur Fendi, yang menyatakan bahwa komunitasnya akan terus mengawal isu ini dengan aksi nyata ditulis Jumat (22/11/2024).
Diskusi dimulai dengan sesi penyampaian pendapat masing-masing anggota, menyoroti berbagai bentuk ketidakadilan yang mereka saksikan selama proses kampanye Pilkada.
Di penghujung acara, komunitas ini mencapai kesepakatan untuk segera merancang aksi dalam waktu dekat sebagai bentuk protes terhadap praktik-praktik yang dianggap menciderai demokrasi di tanah air, khususnya Jawa Tengah yang notabene sebagai kampung lahir mereka.
M. Nur Fendi menambahkan bahwa langkah ini bukan sekadar aksi protes, tetapi sebagai upaya untuk mengembalikan martabat demokrasi yang selama ini tercederai.
“Komunitas ini tidak akan berhenti di sini. Ini adalah langkah awal untuk membangkitkan kesadaran generasi muda dalam menjaga keadilan demokrasi.” ucapnya.
Baca Juga: Malu-Malu, Ridwan Kamil Pakai Jersey Persija saat Blusukan di Kampung Bayam
Komunitas Teater GPS berharap aksi ini dapat menjadi pemicu bagi generasi muda lainnya untuk bersikap kritis terhadap dinamika politik yang terjadi di sekitar mereka dan aktif mengawal keadilan demokrasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024