Suara.com - Warga Kampung Bayam, Jakarta Utara masih menanti solusi yang dijanjikan oleh pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang nantinya terpilih di Pilkada Jakarta 2024. Curhatan hati itu disampaikan Shirly, perwakilan warga Kampung Bayam yang dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada Selasa (26/11/2024).
Dalam acara diskusi publik itu, Shirly menyoroti soal solusi yang diberikan oleh pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono.
"Saya menilai solusi yang mereka berikan itu hanya sekedar diskusi, diskusi, dan diskusi, contoh pasangan nomor 1 yang akan memberikan kepada BUMD supaya melakukan pengelolaan perumahan kepada warga itu tidak mahal harganya," curhat Shirly.
Shirly juga berharap agar jangan ada BUMD untuk mengelola masalah perumahan warga, khususnya untuk warga miskin kota.
Selain RK-Suswono, Shirly juga mengomentari janji politik pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno yang menargetkan waktu satu bulan untuk menyelesaikan masalah warga Kampung Bayam. Namun, menurut Shilry janji yang diucapkan Pramono-Rano tidak masuk akal.
"Terus kedua, dari pasangan Pramono-Rano, dia akan menyelesaikan permasalahan Kampung Bandan dalam waktu 1 bulan, kalau saya anggap 1 bulan, sedangkan kami sudah melarang berapa lama di luar sana, masak bisa dalam waktu 1 bulan," jelas Shirly.
Shirly menilai solusi ini hanya dengan harga yang telah disepakati, ia mengatakan harusnya kesepakatan harga ini di dalami terlebih dahulu oleh BUMD kepada warga.
"Dan memberikan solusinya hanya dengan harga yang telah disepakati, harusnya anda mendengar dulu, pernah gak antara BUMD ini, dan warga ada kesepakatan harga? Jadi bukan sembarangan seperti yang mereka bilang dalam 1 bulan," lanjutnya.
Shirly juga menganggap bahwa Cagub-Cawagub tidak mengetahui apa yang dari awal menjadi program di Kampung Bayam.
"Dan mereka tau gak apa yang dari awal menjadi programnya di Kampung Bayam, adalah pengelolaan yang dilakukan bukan oleh BUMD, tapi melalui warga sendiri, jadi kami warga bisa hidup mandiri, dan bisa mendapatkan kegiatan yang layak, itu yang kami mau," pungkas Shirly. (Moh Reynaldi Risahondua)
Berita Terkait
-
Sah-sah Saja Sebagai Ekspresi Politik, Seruan Coblos 3 Paslon di Jakarta Bisa Minimalisir Kecurangan?
-
Blunder! Kepergok Hapus Postingan Surat Prabowo Dukung RK, Raffi Ahmad Dicap Tukang Laundry hingga Doktor Abal-abal
-
Keponakan Megawati jadi Tersangka Kasus Judol Komdigi, PDIP: Kasus Alwin Jabarti Kiemas Contoh Nyata Politisasi Hukum
-
Nyamar jadi Polantas saat Kena OTT, Detik-detik Penyidik KPK Dikepung Simpatisan Gubernur Rohidin Mersyah
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam